Pesawat Lita Air PK-PAA Jatuh di Pegunungan Long Bawan, Pilot Dinyatakan Meninggal Dunia

Penulis: Rein | Editor: Dewi

Feb 19, 2026 - 18:08
Feb 19, 2026 - 22:43
 0  3
Pesawat Lita Air PK-PAA Jatuh di Pegunungan Long Bawan, Pilot Dinyatakan Meninggal Dunia
Bangkai Pesawat Lita Air Service tipe Air Tractor AT-802 dengan nomor registrasi PK-PAA dan flight number PAS 7107 dilaporkan mengalami kecelakaan di wilayah pegunungan Long Bawan, Krayan, Kabupaten Nunukan (Istimewa)

KARTANEWS.COM, NUNUKAN – Pesawat Lita Air Service jenis Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA dan nomor penerbangan PAS 7107 dilaporkan mengalami insiden di area pegunungan Long Bawan, Krayan, Kabupaten Nunukan pada Kamis (19/2/2026).

Komandan Lanud Anang Busra, Andreas A. Dhewo, menginformasikan bahwa pesawat itu dipilot oleh Kapten Hendrik dan tidak memuat penumpang.

Pernyataan tersebut disampaikan saat konferensi pers dengan stakeholder terkait di Bandara Juwata Tarakan, Kamis (19/2/2026). Ia menyatakan, pesawat lepas landas dari Tarakan pada pukul 10.30 WITA mengangkut 4.000 liter BBM menuju Long Bawan. Muatan terdiri dari sekitar 2.700 liter dengan sisa kurang dari 1.300 liter. 

Setelah mengisi BBM di Long Bawan, pesawat bersiap terbang kembali ke Tarakan. Pesawat menghidupkan mesin pada pukul 12.10 WITA dan lepas landas melalui runway 22. Segera setelah lepas landas, pesawat melakukan manuver berbalik ke arah selatan.

“Sekitar pukul 12.25 WITA, seorang saksi di apron melihat pesawat jatuh miring ke arah belakang bukit di ujung runway 22,” jelasnya.

Lokasi jatuh diperkirakan sekitar 2 hingga 3 mil dari ujung landasan pacu. Pada saat kejadian, cuaca tercatat hujan ringan, visibilitas 6 kilometer, suhu 23,19 derajat dengan cloud base menyebar di 1.400 kaki. Sore hari, langit berawan turun menjadi 1.000 kaki sehingga dianggap tidak memungkinkan untuk melanjutkan penerbangan.

Pada pukul 12.27 WITA, pesawat Susi Air yang ingin mendarat di Krayan memilih untuk divert ke Malinau akibat cuaca yang tidak baik.

Pilot Susi Air menerima sinyal dari Emergency Locator Transmission (ELT) dengan jangkauan sekitar 5 kilometer dari runway 22 yang terakhir.

Unit Airnav Long Bawan langsung berkoordiniasi dengan pihak bandara setelah menerima laporan dari saksi mata dan sinyal darurat.

Sekitar pukul 13.25 WITA, petugas setempat bergerak ke tempat kejadian. Pada pukul 14.33 WITA, pesawat ditemukan dalam keadaan hancur dan pilot dipastikan meninggal dunia.

Unit Airnav Long Bawan segera melakukan koordinasi dengan pihak bandara setelah menerima laporan dari saksi dan informasi mengenai sinyal darurat.

Sekitar pukul 13.25 WITA, petugas setempat menuju lokasi. Pada pukul 14.33 WITA, pesawat ditemukan dalam keadaan hancur dan pilot dipastikan meninggal dunia. Evakuasi dilakukan oleh Danpos AU, Danramil setempat, TNI-Polri, serta warga Krayan yang bertindak cepat menuju tempat di wilayah perbukitan. Jenazah selanjutnya diangkut ke RS Pratama Long Bawan pada pukul 15.20 WITA.

“Krayan mirip dengan Tarakan yang kecil, semua mengenal satu sama lain. Segera setelah melihat asap, mereka langsung berkolaborasi menuju tempat itu,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pesawat tidak membawa Pemangku kepentingan setuju bahwa evakuasi udara pada hari itu tidak bisa dilakukan akibat cuaca.

Rencana esok pagi, apabila cuaca membaik antara pukul 08.00–09.00 WITA, tim gabungan dan maskapai akan berangkat ke Long Bawan dengan pesawat MEV.

Jenazah akan diangkut ke Balikpapan dan kemudian diterbangkan ke Jakarta dengan pesawat Airbus dari maskapai tersebut. Penyebab kecelakaan masih belum diketahui dan akan diteliti oleh KNKT. Tim penyelidik dari Jakarta direncanakan akan tiba dan bergabung untuk proses investigasi selanjutnya. 

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0