BPS Berau Desak Penguatan Pengawasan Harga Guna Redam Potensi Inflasi Akhir Tahun
KARTANEWS.COM, BERAU – Memasuki pengujung tahun 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Berau memberikan atensi khusus terhadap pergerakan harga komoditas di pasar. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan inflasi yang kerap terjadi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) akibat meningkatnya konsumsi masyarakat serta tantangan distribusi barang.
Kepala BPS Kabupaten Berau, Yudi Wahyudin, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini masih terus memantau dinamika harga di lapangan karena pemicu inflasi untuk bulan Desember belum bisa dipetakan secara final. Ia menegaskan bahwa pengendalian harga harus dilakukan secara intensif sejak dini.
"Untuk Desember 2025, kami masih melakukan pendataan. Belum bisa dipastikan komoditas mana yang paling banyak memengaruhi inflasi. Oleh karena itu, pengendalian harga harus diperketat agar inflasi tetap terkendali," tuturnya.
Inflasi tahunan di Berau hingga November 2025 tercatat berada di angka 2,76 persen. Namun, fluktuasi bulanan menunjukkan tren kenaikan yang patut diwaspadai, di mana pada Oktober tercatat 0,53 persen dan melonjak menjadi 0,74 persen di bulan November. Yudi menilai kenaikan tersebut dipicu oleh kombinasi antara momentum liburan dan kendala alam yang menghambat pasokan barang ke daerah.
"Peningkatan di Oktober-November ini ada efek liburan, termasuk persiapan Natal dan Tahun Baru, serta faktor cuaca yang memengaruhi pasokan, terutama komoditas perikanan," jelasnya.
Meskipun pada Desember tahun lalu komoditas seperti ikan layang, beras, dan bahan bakar rumah tangga menjadi penyumbang inflasi terbesar, BPS mengingatkan bahwa tantangan tahun ini mungkin saja berbeda. Yudi berpesan agar pemerintah daerah tidak hanya terpaku pada pola lama dalam mengambil kebijakan.
"Meski begitu, kondisi ini tidak otomatis sama dengan Desember 2025," tambahnya.
Sebagai langkah mitigasi, BPS mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat pengawasan pasar secara berkelanjutan dan menggencarkan operasi pasar murah. Selain itu, penguatan produksi lokal di sektor pangan dan perikanan dinilai menjadi solusi jangka panjang agar ketergantungan pada pasokan luar daerah bisa dikurangi, terutama saat cuaca buruk melanda.
Strategi ini dianggap krusial agar angka inflasi Berau tidak melampaui batas yang telah ditetapkan oleh otoritas moneter.
Dirinya optimis bahwa stabilitas ekonomi daerah dapat terjaga apabila semua pihak bersinergi dalam melakukan kontrol di lapangan.
"Kita berharap dengan pengawasan yang lebih ketat, harga tetap stabil, dan inflasi dapat dikendalikan meski ada tekanan menjelang Natal dan Tahun Baru," pungkasnya. (J)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0