Ketua TP PKK Berau Dorong Penguatan Kesehatan Mental dan Penguatan Spiritual
KARTANEWS.COM, BERAU — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Berau, Sri Aslinda Gamalis, menilai penguatan kesehatan mental masyarakat perlu mendapat perhatian yang setara dengan pembinaan spiritual dan keimanan.
Menurutnya, keseimbangan antara kondisi psikologis dan nilai-nilai religius menjadi faktor penting dalam membangun ketahanan individu dan keluarga.
Pernyataan tersebut disampaikan Sri Aslinda saat menghadiri kajian bertema "Melepas Luka Batin” serta Kajian Islam dan Mental Health Training bersama Ustadzah Qotrunnada Syathiry dan Coach Nenden Theresia yang digelar di Hotel Mercure Berau, Minggu (25/1/2025).
Sri Aslinda menuturkan, luka batin yang tidak dikenali dan tidak dikelola dengan baik berpotensi memengaruhi kualitas hidup seseorang, termasuk hubungan dalam keluarga dan interaksi sosial.
“Luka batin yang dibiarkan bisa berdampak pada cara seseorang bersikap, mengambil keputusan, dan membangun relasi. Karena itu, kesehatan mental perlu dipahami dan dijaga secara serius,” ujarnya.
Dirinya menilai, pendekatan yang memadukan nilai keislaman dengan pelatihan kesehatan mental merupakan langkah strategis dalam membantu masyarakat mengenali kondisi psikologisnya serta membangun mekanisme pengelolaan emosi yang lebih sehat.
“Dengan pemahaman yang tepat, seseorang dapat belajar berdamai dengan dirinya sendiri, memperkuat ketahanan mental, dan membangun hubungan yang lebih harmonis dengan keluarga maupun lingkungan,” tambahnya.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas, terutama perempuan dan generasi muda yang dinilai memiliki tantangan psikososial tersendiri di tengah perubahan sosial dan tekanan kehidupan modern.
Dalam kajian, Ustadzah Qotrunnada Syathiry dan Coach Nenden Theresia menekankan pentingnya keseimbangan antara kesehatan mental dan spiritual. Peserta diajak untuk mengenali diri, memahami luka emosional, serta mengelola emosi dan pola pikir secara konstruktif, sejalan dengan nilai-nilai ajaran Islam.
Secara umum, pendekatan integratif antara kesehatan mental dan spiritual sejalan dengan pandangan para pakar kesehatan jiwa yang menilai bahwa dukungan nilai agama dan sosial dapat memperkuat daya lenting (resiliensi) seseorang.
Kesehatan mental yang terjaga dinilai berperan penting dalam mencegah konflik keluarga, kekerasan dalam rumah tangga, serta berbagai persoalan sosial lainnya. (AUNI)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0