Air Panas Asin Pemapak Biatan Jadi Primadona Wisata Kesehatan, Kunjungan Melonjak Tajam Saat Libur Nataru

Jan 5, 2026 - 16:40
Jan 5, 2026 - 19:24
 0  8
Air Panas Asin Pemapak Biatan Jadi Primadona Wisata Kesehatan, Kunjungan Melonjak Tajam Saat Libur Nataru

KARTANEWS.COM, BERAU – Kabupaten Berau kembali menunjukkan potensi pariwisatanya yang beragam. Tidak hanya dikenal melalui pesona wisata bahari di Kepulauan Derawan dan Maratua, daerah ini juga memiliki destinasi wisata kesehatan yang kini kian diminati, yakni Wisata Air Panas Asin Pemapak yang berlokasi di Kampung Biatan Bapinang, Kecamatan Biatan.

Memasuki awal tahun 2026, destinasi tersebut mencatat lonjakan kunjungan signifikan selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. 

Berdasarkan data pengelola, jumlah wisatawan yang datang meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan hari-hari normal, menjadikan Air Panas Asin Pemapak sebagai salah satu tujuan favorit masyarakat selama libur panjang.

Dari hasil pantauan di lapangan, lonjakan pengunjung terlihat sejak pagi hingga malam hari, dengan antrean panjang di sejumlah kolam pemandian. Mayoritas wisatawan berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Berau, serta dari luar daerah seperti Tanjung Selor, Tarakan dan Kota Samarinda.

Keunikan Geologi yang Langka

Daya tarik utama Air Panas Asin Pemapak terletak pada karakteristik airnya yang tidak lazim. Berbeda dengan pemandian air panas pada umumnya yang bersumber dari aktivitas vulkanik dan identik dengan aroma belerang, air panas di kawasan ini berasal dari resapan batuan karst yang bercampur dengan air laut.

Kondisi tersebut menghasilkan air panas dengan suhu berkisar antara 40 hingga 44 derajat Celsius, bercita rasa asin, namun tanpa bau menyengat. Fenomena alam ini tergolong langka dan menjadi pembeda utama dibandingkan destinasi serupa di wilayah lain.

Perjalanan menuju lokasi pun tidak menyurutkan minat wisatawan. Dari pusat Kota Berau, Tanjung Redeb, pengunjung harus menempuh perjalanan darat sekitar 150 kilometer dengan waktu tempuh sekitar dua hingga tiga jam. Namun, keunikan air panas serta suasana alami kawasan tersebut menjadi kompensasi yang dinilai sepadan.

Rekreasi Sekaligus Terapi Kesehatan

Selain sebagai tempat rekreasi, Air Panas Asin Pemapak juga dikenal sebagai lokasi terapi kesehatan alternatif. Banyak pengunjung memanfaatkan momen libur seperti Nataru untuk berendam dengan tujuan relaksasi dan pemulihan kondisi tubuh.

Salah satu pengunjung wisatawan menyebutkan, kepercayaan masyarakat terhadap khasiat air panas asin turut mendorong tingginya minat kunjungan.

“Air panas asin ini, katanya dipercaya masyarakat mengandung mineral alami yang dapat membantu meredakan penyakit, nyeri sendi, asam urat, hingga membantu pemulihan gejala stroke ringan,” ujar Rubia, salah satu pengunjung dari Tanjung Selor.

“Ini merupakan kunjungan pertama saya ke Air Panas Pemapak. Kesan awalnya cukup nyaman, airnya tidak berbau menyengat dan suasananya masih alami, sehingga cocok untuk relaksasi sekaligus menjaga kebugaran tubuh,” tambahnya.

Aktivitas berendam kerap dipadukan dengan teknik hidroterapi, mengingat di kawasan yang sama mengalir sungai air tawar dengan suhu dingin. Perpaduan sensasi panas dan dingin ini menjadi pengalaman tersendiri bagi wisatawan.

Fasilitas Lengkap dan Dikelola BUMK

Kawasan wisata Air Panas Asin Pemapak memiliki luas sekitar 6,5 hektare dan dikelola secara mandiri oleh BUMK Kampung Biatan Bapinang. Pengelolaan berbasis desa tersebut dinilai berhasil menghadirkan layanan wisata yang tertata dan ramah pengunjung.

Dengan tarif masuk berkisar antara Rp30.000 hingga Rp35.000 untuk orang dewasa, pengunjung dapat menikmati berbagai fasilitas, mulai dari kolam pemandian umum, kolam privat (VIP), kolam alami air panas, gazebo, ruang ganti, mushola, hingga deretan warung yang menjajakan kuliner khas lokal.

Selain itu, pengelola juga menyediakan fasilitas glamping (glamorous camping) yang selama periode libur Nataru dilaporkan terisi penuh. Fasilitas ini menjadi pilihan wisatawan yang ingin menikmati suasana malam dan pergantian tahun dengan berendam air panas di alam terbuka.

Dampak Positif bagi Ekonomi Lokal

Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Sejumlah pedagang mengaku mengalami peningkatan omzet secara drastis selama libur Nataru, seiring dengan tingginya arus pengunjung.

Aktivitas ekonomi tidak hanya dirasakan oleh pedagang makanan dan minuman, tetapi juga oleh warga yang menyediakan jasa penginapan, serta produk lokal lainnya. Kondisi ini memperkuat peran sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi desa.

Meski demikian, pihak pengelola terus mengingatkan pengunjung agar tetap menjaga kebersihan kawasan wisata dan memperhatikan durasi berendam guna menghindari risiko dehidrasi akibat suhu air yang cukup tinggi.

Bagi wisatawan yang berencana berkunjung, pengelola menyarankan penggunaan kendaraan pribadi mengingat keterbatasan akses transportasi umum, serta membawa perlengkapan mandi pribadi demi kenyamanan selama berwisata.

Dengan keunikan alam, fasilitas yang terus berkembang, serta pengelolaan berbasis desa, Air Panas Asin Pemapak Biatan dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi unggulan wisata kesehatan di Kabupaten Berau dan Kalimantan Timur. (AUNI)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0