Dokter Ingatkan Risiko Penyakit Serius pada Pekerja Lapangan Saat Hujan dan Banjir

Jan 27, 2026 - 15:58
Jan 27, 2026 - 16:48
 0  2
Dokter Ingatkan Risiko Penyakit Serius pada Pekerja Lapangan Saat Hujan dan Banjir

KARTANEWS.COM, JAKARTA — Cuaca ekstrem yang disertai hujan lebat dan banjir di sejumlah wilayah memunculkan ancaman kesehatan baru bagi pekerja lapangan yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan.

Dosen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi, Dr. dr. Wan Nedra Komaruddin, Sp.A, mengingatkan para pekerja lapangan untuk meningkatkan kewaspadaan kesehatan saat bertugas di tengah hujan deras dan kondisi banjir. 

Paparan air kotor dalam waktu lama dinilai berpotensi memicu berbagai penyakit infeksi yang dapat berdampak serius bila tidak ditangani sejak dini.

Dilansir dari Kompas.com, Wan Nedra yang juga pemilik Klinik Asshomadiyah Medicare Centre menyebut, kelompok pekerja seperti wartawan, kurir ekspedisi, hingga petugas teknis memiliki risiko lebih tinggi karena aktivitas mereka menuntut mobilitas tinggi di ruang terbuka.

“Pekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang tidak ringan, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, sampai infeksi saluran pernapasan,” kata Wan Nedra di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Ia menjelaskan, Leptospirosis menjadi salah satu penyakit yang paling perlu diwaspadai saat banjir. Penyakit ini disebabkan bakteri Leptospira yang berasal dari urine tikus atau hewan lain dan mencemari genangan air.

“Bakteri bisa masuk melalui luka kecil di kulit. Gejalanya bisa berupa demam tinggi dan nyeri otot, lalu berkembang menjadi gangguan ginjal dan hati jika terlambat ditangani,” jelasnya.

Selain leptospirosis, paparan air banjir yang tercemar juga dapat memicu infeksi kulit seperti dermatitis, bisul, dan infeksi jamur. Risiko penyakit saluran pencernaan seperti diare dan tifus pun meningkat akibat masuknya bakteri dan virus melalui makanan atau tangan yang terkontaminasi.

Wan Nedra menambahkan, kondisi lingkungan yang lembap dan dingin dalam waktu lama turut melemahkan daya tahan tubuh. 

“Situasi ini meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan, mulai dari flu, bronkitis, hingga pneumonia,” ujarnya.

Ia menekankan, langkah pertama yang harus dilakukan setelah terpapar air banjir adalah segera membersihkan diri. 

“Segera mandi dengan air bersih dan sabun. Bagian tubuh yang kontak langsung dengan air banjir harus dibersihkan menyeluruh, dan luka sekecil apa pun perlu dibersihkan serta diberi antiseptik,” katanya.

Selain itu, pekerja lapangan disarankan segera mengganti pakaian dan alas kaki yang basah, serta membersihkan perlengkapan kerja seperti sepatu bot dan sarung tangan agar tidak menjadi sumber penularan kuman.

“Kalau dalam beberapa hari muncul demam, nyeri otot, diare, atau luka bernanah, jangan ditunda untuk periksa ke fasilitas kesehatan,” imbaunya.

Sebagai upaya pencegahan, Wan Nedra merekomendasikan penggunaan alat pelindung diri seperti sepatu bot tahan air, sarung tangan, dan jas hujan. Ia juga menyarankan pekerja membawa perlengkapan pribadi, termasuk sabun antiseptik dan kaus kaki cadangan.

Untuk menjaga daya tahan tubuh, konsumsi vitamin C, vitamin B kompleks, zinc, dan multivitamin dinilai dapat membantu, meski tetap harus diimbangi dengan istirahat dan asupan gizi yang cukup. 

Pekerja lapangan juga dianjurkan membawa obat-obatan dasar seperti antiseptik luka, obat antijamur, obat diare, dan oralit, serta memastikan status vaksin tetanus masih aktif.

“Dengan persiapan yang baik, disiplin menjaga kebersihan, dan kesadaran terhadap gejala awal penyakit, pekerja lapangan bisa tetap sehat, aman, dan produktif meski bekerja di tengah cuaca ekstrem,” pungkasnya. (AUNI)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0