Satu Kasus Leptospirosis Terdeteksi di Tarakan, Warga Diminta Waspada Hama Tikus
KARTANEWS.COM, TARAKAN — Kasus leptospirosis kembali ditemukan di Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Seorang pekerja bangunan dilaporkan terinfeksi penyakit zoonosis tersebut setelah diduga terpapar lingkungan yang terkontaminasi urine tikus di kawasan permukiman padat.
Kasus terjadi di Gang Kopral, RT 03, Kelurahan Mamburungan, Kecamatan Tarakan Timur. Pasien diketahui bernama Herman, seorang pekerja bangunan asal Sulawesi yang tengah mengerjakan rumah warga di wilayah tersebut.
Ketua RT 03 Mamburungan, Hasim, mengatakan pasien tinggal sementara di bedeng bangunan yang berada di area pinggir sungai. Kondisi lingkungan dinilai berisiko karena tingginya populasi tikus.
“Pasien tinggal di bedeng bangunan di pinggir sungai. Di lokasi itu memang banyak tikus. Ia sempat dirawat sekitar dua minggu di Rumah Sakit Kota Tarakan dan bahkan menjalani cuci darah,” ujarnya dikutip dari korankaltara.com, Kamis (29/1/2026).
Menurut Hasim, gejala awal yang dialami pasien berupa demam tinggi disertai muntah-muntah. Setelah menjalani pemeriksaan awal di puskesmas, pasien dirujuk ke Rumah Sakit Kota Tarakan dan RSUD dr H Jusuf SK untuk penanganan lanjutan.
Setelah kondisi kesehatannya membaik, pasien dinyatakan boleh pulang dan memutuskan kembali ke kampung halamannya di Makassar melalui jalur laut.
“Kondisinya sudah membaik dan diperbolehkan pulang. Untuk kontrol lanjutan kemungkinan dilakukan di daerah asalnya,” tuturnya.
Sebagai langkah pencegahan, Puskesmas Mamburungan melakukan pelacakan terhadap orang-orang yang sempat melakukan kontak erat dengan pasien. Sebanyak lima orang menjalani pemeriksaan darah.
“Hasil pemeriksaan kontak erat semuanya negatif. Lingkungan tempat tinggal pasien juga sudah dibersihkan bersama warga, dan barang-barang yang berpotensi menularkan sudah dimusnahkan,” jelasnya.
Selain sterilisasi lingkungan, upaya pengendalian populasi tikus juga direncanakan. Pihak terkait akan memasang perangkap tikus di sekitar lokasi kejadian untuk mendukung surveilans penyakit.
“Rencananya akan dipasang perangkap untuk mengetahui apakah tikus-tikus di sekitar lokasi membawa bakteri leptospira,” kata Hasim.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Tarakan, Devi Ika Indriarti, memastikan bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan epidemiologi secara menyeluruh, baik di fasilitas kesehatan maupun lingkungan tempat tinggal pasien.
“Penyidikan epidemiologi telah dilakukan di RSUD dr H Jusuf SK serta di lingkungan tempat tinggal pasien dan rumah warga sekitar. Rapid Diagnostic Test leptospirosis juga dilakukan terhadap beberapa orang dengan hasil negatif,” terangnya.
Devi menambahkan, pembersihan lingkungan dilakukan secara menyeluruh, termasuk area makan, ruang tidur, serta penanganan pakaian pasien untuk menekan potensi penularan.
“Pasien saat ini dalam kondisi membaik setelah menjalani hemodialisis atau cuci darah, yang dilakukan untuk membantu fungsi ginjal akibat infeksi,” jelasnya.
Dinas Kesehatan Tarakan juga menggencarkan edukasi kepada masyarakat melalui bidang promosi kesehatan.
Warga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam tinggi disertai nyeri otot, terutama nyeri betis.
Secara medis, leptospirosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan bakteri Leptospira yang hidup di ginjal hewan seperti tikus, anjing, sapi, dan babi. Penularan terjadi melalui kontak kulit atau selaput lendir dengan air atau tanah yang tercemar urine hewan terinfeksi.
“Gejala berat dapat berupa mata dan kulit menguning, gagal ginjal, perdarahan, gangguan pernapasan, hingga gangguan jantung. Pengobatan dengan antibiotik harus dilakukan sedini mungkin untuk mencegah komplikasi serius,” tegas Devi.
Risiko penularan leptospirosis cenderung meningkat pada musim hujan karena bakteri dapat bertahan di genangan air. Masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan, mengendalikan populasi tikus, serta menghindari kontak langsung dengan air yang berpotensi tercemar. (AUNI)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0