Wagub Sumbar Desak Polisi Seret Pelaku Penganiayaan Lansia di Pasaman ke Ranah Hukum
KARTANEWS.COM, PASAMAN – Saudah (68), seorang perempuan lanjut usia di Kabupaten Pasaman. Korban ditemukan warga dalam kondisi memprihatinkan dengan luka lebam di wajah dan mata membiru yang diduga dilakukan oleh oknum pelaku tambang ilegal di sekitar aliran sungai.
Dikutip dari inilah.com. Wakil Gubernur Sumatra Barat, Vasko Ruseimy, mengecam keras dugaan aksi penganiayaan tersebut, dirinya langsung melakukan langkah cepat dengan menemui pihak berwenang guna memastikan perlindungan bagi korban. Ia menegaskan bahwa kekerasan terhadap lansia merupakan tindakan kriminal yang mencederai nilai kemanusiaan.
“Penganiayaan terhadap perempuan lanjut usia tersebut sebagai tindakan yang tak dapat ditoleransi. Saya sudah temui Kapolda Sumbar, dan kami berharap segera dieksekusi para pelaku penganiayaan nenek Saudah itu,” tegasnya.
Vasko juga memberikan instruksi khusus kepada Kapolres Pasaman untuk memberikan atensi penuh pada kasus ini hingga tuntas. Ia meminta agar penegakan hukum dilakukan secara transparan dan tanpa kompromi, mengingat adanya dugaan keterlibatan oknum dari sektor pertambangan ilegal. Hal ini dinilai penting untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lansia.
Di sisi lain, Kapolres Pasaman AKBP Muhammad Agus Hidayat memastikan bahwa proses hukum telah berjalan dan masuk dalam tahap pengejaran pelaku. Pihak kepolisian sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian yang berada di Nagari Padang Mantinggi, Kecamatan Rao. Petugas juga telah menggali informasi langsung dari korban guna memperkuat bukti-bukti kekerasan yang terjadi pada awal Januari 2026 tersebut.
Sejauh ini, tim penyidik kepolisian telah mengidentifikasi setidaknya enam orang yang diduga kuat terlibat dalam aksi pengeroyokan dan penganiayaan tersebut. Identitas para terduga pelaku telah dikantongi dan kini menjadi target perburuan tim di lapangan. Polisi terus berupaya mengumpulkan bukti pendukung tambahan guna menjerat para pelaku dengan pasal yang sesuai dengan perbuatan mereka.
Kejadian yang menimpa nenek Saudah ini memicu gelombang simpati dan desakan publik agar sektor tambang ilegal di wilayah Pasaman ditertibkan secara menyeluruh. Pemerintah Provinsi Sumatra Barat berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini hingga para pelaku mendekam di balik jeruji besi. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan mampu mempercepat proses penangkapan enam nama terduga pelaku yang kini tengah dicari. (J)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0