Kabar Baik untuk Dunia Pendidikan, Presiden Prabowo Prioritaskan Beasiswa dan SDM STEM

Jan 16, 2026 - 16:59
Jan 16, 2026 - 17:35
 0  3
Kabar Baik untuk Dunia Pendidikan, Presiden Prabowo Prioritaskan Beasiswa dan SDM STEM
Mensesneg Prasetyo Hadi (Setpres BPMI)

KARTANEWS.COM, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat sistem pendidikan tinggi nasional melalui perluasan akses beasiswa, penguatan bidang sains dan teknologi, serta peningkatan kapasitas pendidikan tenaga kesehatan. 

Arahan itu disampaikan Presiden dalam Taklimat Presiden RI bersama Rektor dan Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri Tahun 2026 yang berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Dalam forum tersebut, Presiden menerima laporan mengenai kondisi pendidikan tinggi nasional, termasuk jumlah mahasiswa aktif yang saat ini mencapai hampir 10 juta orang. Namun demikian, proporsi mahasiswa penerima beasiswa dinilai masih terbatas dibandingkan kebutuhan.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi mengatakan Presiden meminta jajaran terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan beasiswa yang ada. Pemerintah diarahkan untuk menghitung ulang skema pendanaan dan memperluas cakupan penerima agar lebih banyak mahasiswa memperoleh dukungan pembiayaan pendidikan.

“Presiden meminta agar kebijakan beasiswa dirumuskan kembali sehingga dapat menjangkau mahasiswa dalam jumlah yang jauh lebih besar,” ujarnya dalam keterangan pers, Kamis (15/1/2026).

Selain perluasan beasiswa, Presiden Prabowo juga memberikan penekanan khusus pada penguatan pendidikan di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Menurut Prasetyo, Presiden mengarahkan agar program beasiswa LPDP lebih difokuskan pada bidang-bidang strategis tersebut guna mempercepat peningkatan daya saing bangsa di sektor ilmu pengetahuan dan teknologi.

Presiden bahkan berharap porsi beasiswa untuk bidang STEM dapat ditingkatkan secara signifikan, sejalan dengan kebutuhan nasional untuk mengejar ketertinggalan penguasaan teknologi dan inovasi.

Di sisi lain, Presiden Prabowo turut menyoroti persoalan ketersediaan tenaga kesehatan, khususnya dokter dan dokter spesialis, yang dinilai masih belum sebanding dengan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat. Pemerintah pun menyiapkan langkah strategis untuk memperbesar kapasitas pendidikan kedokteran.

Menurut Prasetyo, langkah pertama dilakukan dengan meningkatkan daya tampung mahasiswa pada program studi kedokteran dan pendidikan dokter spesialis. Langkah berikutnya adalah membuka kemungkinan pendirian fakultas-fakultas kedokteran baru guna mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga medis.

Selain fokus pada dokter umum dan spesialis, Presiden juga menekankan pentingnya penguatan pendidikan di bidang kedokteran gigi, farmasi, serta teknologi kesehatan, seiring dengan pesatnya perkembangan alat dan sistem medis berbasis teknologi.

Terkait rencana pembentukan fakultas baru, Prasetyo menyampaikan bahwa pemerintah masih melakukan kajian dan pemetaan kebutuhan. Penentuan lokasi dan jumlah fakultas akan disesuaikan dengan kondisi daerah serta kebutuhan nasional.

Taklimat Presiden tersebut juga mendapat respons positif dari para rektor dan pimpinan perguruan tinggi negeri. Mereka mengapresiasi forum dialog langsung dengan Kepala Negara dan berharap pertemuan serupa dapat digelar secara berkala sebagai sarana penyelarasan kebijakan pendidikan tinggi nasional. (AUNI)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0