Hari Desa Nasional 2026, Berau Tegaskan Kampung sebagai Fondasi Pembangunan Daerah

Jan 15, 2026 - 15:38
Jan 15, 2026 - 17:56
 0  9
Hari Desa Nasional 2026, Berau Tegaskan Kampung sebagai Fondasi Pembangunan Daerah

KARTANEWS.COM, BERAU– Pemerintah Kabupaten Berau menegaskan komitmen menjadikan kampung sebagai fondasi utama pembangunan daerah melalui Peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026, kegiatan berlangsung dengan sederhana dan penuh makna di ruang pertemuan RPJPD lantai II gedung Bapelitbang Kabupaten Berau, Kamis (15/1/2026).

Hari Desa Nasional ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 23 Tahun 2024 yang menetapkan tanggal 15 Januari sebagai hari peringatan nasional. Momentum ini bertujuan untuk memperkuat peran desa atau kampung sebagai ujung tombak pembangunan nasional, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan penguatan kemandirian desa dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Berau, Tentram Rahayu dalam laporannya menyampaikan bahwa peringatan Hari Desa Nasional di Berau tahun ini dilaksanakan secara sederhana sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi nasional, khususnya bencana yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera.

“Peringatan Hari Desa Nasional tahun 2026 ini kami laksanakan secara sederhana, namun tetap bermakna. Selain sebagai bentuk efisiensi anggaran, hal ini juga merupakan wujud solidaritas kita terhadap saudara-saudara kita yang sedang tertimpa bencana,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Tentram Rahayu memaparkan capaian kinerja dan realisasi anggaran kampung tahun 2025 se-Kabupaten Berau. 

Adapun Alokasi Dana Kampung (ADK) sebesar Rp325 miliar tercatat terealisasi 100 persen. Realisasi pajak daerah mencapai Rp9,855 miliar atau 99,33 persen, sementara retribusi daerah terealisasi Rp1,25 miliar atau 99,31 persen.

Realisasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) juga menunjukkan capaian yang tinggi, antara lain Dana RT sebesar Rp28 miliar dengan realisasi 99,82 persen, BKK Posyandu sebesar Rp1 miliar dengan realisasi 99 persen, serta BKK lainnya sebesar Rp2,1 miliar dengan realisasi 98 persen. 

Untuk BKK PKK sebesar Rp20 juta per kampung, realisasi mencapai 96 persen, meskipun terdapat empat kampung yang belum merealisasikan, yakni Kampung Balikukup Kecamatan Batu Putih, Kampung Merancang Ilir Kecamatan Gunung Tabur, Kampung Long Lanuk Kecamatan Sambaliung, dan Kampung Long Laay Kecamatan Segah.

Selain itu, DPMK juga melaporkan pemberian Dana Insentif Kinerja (DIK) Tahun 2026 sebesar Rp1,45 miliar kepada 15 kampung terbaik. Dana tersebut merupakan satu persen dari dana afirmasi ADK se-Kabupaten Berau sebesar Rp145 miliar, dengan penilaian berbasis pengelolaan keuangan kampung, realisasi dan capaian ADK, peningkatan pendapatan asli kampung, penggunaan tenaga kerja lokal, serta hasil pembangunan yang berdampak pada penurunan kemiskinan dan stunting.

Dari sisi Indeks Desa Membangun (IDM), Kabupaten Berau menunjukkan perkembangan signifikan. Jumlah kampung berstatus Mandiri meningkat dari 32 menjadi 41 kampung serta mengalami kenaikan status maju dan  berkembang. 

Saat ini, tidak terdapat lagi kampung dengan status tertinggal maupun sangat tertinggal. Sementara itu, beberapa kampung juga telah memiliki Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) berbadan hukum, dan 47 kampung lainnya masih dalam proses.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan kampung merupakan kunci dalam mewujudkan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Berau tahun 2025–2029.

“Kampung adalah fondasi pembangunan daerah. Jika kampungnya kuat, mandiri, dan berdaya, maka daerah juga akan maju dan sejahtera, kampung adalah perpanjangan tangan dari pemerintah daerah dan pusat” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa dirinya mendapat undangan dari Kementerian Desa untuk menghadiri peringatan Hari Desa Nasional di tingkat pusat, namun dirinya memilih tetap berada di Berau.

“Sebenarya Saya mendapat undangan oleh Kementerian Desa untuk merayakan Hari Desa Nasional di tingkat nasional, tetapi saya memilih tinggal di Berau. Saya ingin merayakannya bersama seluruh kepala kampung se-Kabupaten Berau, karena saya ingin memberi langsung apresiasi kepada para kepala kampung kita,” terangnya.

Lebih lanjut, ia dalam arahannya menitip pesan agar pemerintah kampung terus meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan melalui penyusunan RKP Kampung dan APBK yang tepat sasaran, berbasis kebutuhan riil masyarakat, serta selaras dengan arah pembangunan daerah Kabupaten Berau.

“Perencanaan harus matang, Kampung harus mampu menjawab persoalan melalui program yang relevan dan pro rakyat,” tegasnya.

Dalam konteks pengembangan ekonomi kampung, Bupati Sri Juniarsih menaruh perhatian besar terhadap optimalisasi peran Badan Usaha Milik Kampung (BUMK). Ia mendorong agar BUMK tidak hanya dibentuk secara administratif, tetapi benar-benar dikelola secara profesional dan berorientasi pada potensi unggulan lokal.

“BUMK atau Kopdes harus menjadi motor penggerak ekonomi Kampung. Manfaatkan potensi lokal kita, baik di sektor pertanian, perikanan, pariwisata, Ekraf dan apapun itu. Jangan hanya menunggu anggaran pusat atau terlalu berharap pada sektor tambang, tetapi kita harus mampu meningkatkan pendapatan asli kampung dari sektor lainnya.” katanya.

Dirinya juga menekankan pentingnya dukungan kampung terhadap pengembangan sektor pariwisata daerah. Ia meminta agar penggunaan Dana RT tahun 2026 yang diarahkan untuk pariwisata benar-benar difokuskan pada kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, dan penataan kawasan wisata berbasis gotong royong.

“Pariwisata Berau tidak akan maju tanpa peran kampung. Lingkungan yang bersih, tertata, dan nyaman adalah wajah daerah kita. Dana RT harus dimanfaatkan untuk mendukung hal ini," tegasnya.

Menutup arahannya, Bupati Sri Juniarsih mengajak seluruh kepala kampung dan perangkat kampung untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.

“Mari kita bangun kampung dengan hati, dengan komitmen, dan dengan kerja nyata untuk rakyat kita. Kalau kerja bapak-bapak baik maka rakyat juga akan mengenang bapak semua dengan kinerjanya bukan saya atau kadis” pungkasnya.

Melalui peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Berau berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah dan pemerintah kampung dalam mendorong pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan. (AUNI)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0