BPK Nilai Potensi Alam Berau Besar namun Belum Tergarap Optimal, Pemkab Dorong Hilirisasi Pariwisata

Jan 10, 2026 - 16:11
Jan 10, 2026 - 16:36
 0  7
BPK Nilai Potensi Alam Berau Besar namun Belum Tergarap Optimal, Pemkab Dorong Hilirisasi Pariwisata
(Antara)

KARTANEWS.COM, BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau terus mendorong pengembangan sektor pariwisata sebagai bagian dari strategi jangka menengah untuk memperkuat struktur ekonomi daerah. Langkah ini sejalan dengan upaya hilirisasi sektor non-ekstraktif, menyusul melemahnya kontribusi sektor pertambangan yang selama ini menjadi tulang punggung pendapatan daerah.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menyampaikan bahwa Kabupaten Berau memiliki kekayaan alam dan potensi wisata yang sangat besar, namun belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal. Hal tersebut juga menjadi catatan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam evaluasi pengelolaan potensi daerah.

“BPK mencatat bahwa potensi alam Berau luar biasa, tetapi pemanfaatannya masih belum maksimal. Ini menjadi bahan evaluasi kita sekaligus peluang besar bagi kita untuk mengembangkan sektor pariwisata secara lebih serius dan terarah dan semua OPD harus berkomitmen untuk keberlangsungan sektor ini,” ujarnya, saat rapat evaluasi terkait APBD 2025/2026, di ruang Sangalaki Setda Berau, Rabu (7/1/2026).

Pada kesempatan yang berbeda, Bupati Berau, Sri Juniarsih, mengungkapkan bahwa ketergantungan yang terlalu besar terhadap sektor tambang membuat perekonomian daerah rentan terhadap fluktuasi harga komoditas global dan penurunan produksi. Karena itu, pemerintah daerah mulai mengarahkan kebijakan pembangunan ke sektor-sektor yang lebih berkelanjutan, salah satunya pariwisata.

Berdasarkan data per 31 Desember 2025, sektor pariwisata Kabupaten Berau mencatat retribusi daerah sebesar Rp578,125 juta. Pendapatan tersebut bersumber dari sejumlah destinasi unggulan, seperti Museum Batiwakkal, Keraton Sambaliung, Air Panas Asin Pemapak, serta Labuan Cermin.

Pemerintah daerah menilai capaian tersebut tidak hanya sebagai angka pendapatan, tetapi sebagai indikator awal potensi ekonomi pariwisata yang dapat terus ditingkatkan. 

Berbeda dengan sektor ekstraktif yang bersifat tidak terbarukan, pariwisata dinilai mampu menghadirkan pendapatan berulang sekaligus membuka ruang diversifikasi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sri Juniarsih juga mengungkapkan bahwa pengembangan pariwisata ke depan tidak hanya diarahkan pada peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah di tingkat lokal.

"Pariwisata memiliki efek berganda yang luas. Ketika dikelola dengan baik, sektor ini bisa menggerakkan UMKM, ekonomi kreatif, transportasi, hingga jasa akomodasi, sehingga manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, hilirisasi pariwisata menjadi penting agar aktivitas wisata tidak berhenti pada kunjungan semata, tetapi berkembang menjadi rantai ekonomi yang utuh, mulai dari produk budaya, kuliner lokal, hingga jasa wisata berbasis komunitas.

Dalam konteks transisi ekonomi pasca-tambang, sektor pariwisata juga dipandang sebagai sektor penyangga yang mampu menyerap tenaga kerja dan menjaga stabilitas ekonomi daerah apabila kontribusi sektor ekstraktif mengalami penurunan.

Menurutnya, pemerintah daerah saat ini tengah melakukan pembenahan pengelolaan pariwisata, mulai dari peningkatan kualitas infrastruktur, penataan kawasan destinasi, penguatan promosi, hingga penyempurnaan sistem retribusi yang lebih transparan dan akuntabel.

Pemerintah Kabupaten Berau menegaskan bahwa sektor pariwisata ke depan akan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah, seiring dengan kebijakan pengurangan ketergantungan terhadap sektor pertambangan. Dengan pengelolaan yang tepat, pariwisata diharapkan mampu menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (AUNI)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0