26 Februari Peringati Black Lives Matter Day, Momentum Global Melawan Rasisme dan Ketidakadilan Rasial

Penulis: Mursyidah Auni | Editor: Dewi

Feb 26, 2026 - 11:37
Feb 26, 2026 - 17:29
 0  4
26 Februari Peringati Black Lives Matter Day, Momentum Global Melawan Rasisme dan Ketidakadilan Rasial
Istimewa

KARTANEWS.COM, JAKARTA – Tanggal 26 Februari setiap tahunnya diperingati sebagai Black Lives Matter Day, sebuah momentum internasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran publik terhadap isu rasisme, diskriminasi rasial, dan ketidakadilan sistemik terhadap komunitas kulit hitam.

Pada 2026, peringatan ini kembali menjadi refleksi atas perjalanan panjang perjuangan kesetaraan hak asasi manusia, khususnya di Amerika Serikat.

Penetapan 26 Februari merujuk pada peristiwa tewasnya Trayvon Martin pada 26 Februari 2012 di Sanford, Florida. Remaja Afrika-Amerika berusia 17 tahun itu ditembak oleh George Zimmerman, seorang warga sipil yang kemudian dibebaskan dari tuntutan pidana. 

Putusan pengadilan tersebut memicu kemarahan luas dan gelombang protes di berbagai wilayah Amerika Serikat. Peristiwa ini kemudian menjadi salah satu pemicu lahirnya kampanye media sosial bertagar #BlackLivesMatter pada 2013. 

Kampanye yang digagas oleh tiga aktivis perempuan, Alicia Garza, Patrisse Cullors, dan Opal Tometi, sebagai bentuk respons terhadap vonis bebas Zimmerman serta sebagai seruan untuk mengakhiri kekerasan terhadap komunitas kulit hitam.

Awal Mula dan Perkembangan Gerakan BLM

Mengutip berbagai sumber internasional, gerakan Black Lives Matter (BLM) secara resmi berkembang menjadi organisasi dan jaringan advokasi pada 13 Juli 2013. Sejak saat itu, BLM menjelma menjadi gerakan global yang menyoroti praktik brutalitas polisi, diskriminasi struktural, serta ketimpangan dalam sistem peradilan pidana.

Gerakan ini tidak hanya terbatas pada protes jalanan, tetapi juga mendorong perubahan kebijakan, reformasi kepolisian, serta advokasi hak sipil. 

BLM memperluas fokusnya pada isu-isu seperti ketimpangan ekonomi, akses pendidikan, layanan kesehatan, dan sistem perumahan yang dinilai masih menyisakan bias rasial.

Perhatian dunia terhadap gerakan ini meningkat signifikan pada 2020 setelah kematian George Floyd di Minneapolis, yang terekam dalam video dan memicu demonstrasi besar-besaran di Amerika Serikat serta di berbagai negara di Eropa, Asia, hingga Australia. Aksi solidaritas lintas negara tersebut menjadikan isu keadilan rasial sebagai agenda global.

Makna Peringatan 26 Februari

Black Lives Matter Day diperingati sebagai bentuk penghormatan terhadap Trayvon Martin sekaligus pengingat bahwa perjuangan melawan rasisme belum selesai. 

Meski bukan hari libur nasional di Amerika Serikat, sejumlah komunitas, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat memanfaatkan tanggal ini untuk menggelar diskusi publik, kampanye kesadaran, aksi solidaritas, serta kegiatan edukatif lainnya.

National Day Archives dan National Today mencatat bahwa 26 Februari kerap dijadikan momentum refleksi mengenai pentingnya kesetaraan hukum dan perlindungan hak asasi manusia tanpa memandang latar belakang ras.

Sementara itu, sejumlah sumber menyebut peringatan BLM juga kerap dilakukan sepanjang Februari yang bertepatan dengan Black History Month di Amerika Serikat serta pada Juli, bulan berdirinya gerakan tersebut.

Black Lives Matter sendiri mendefinisikan misinya sebagai upaya membongkar supremasi kulit putih dan membangun sistem yang lebih adil melalui intervensi terhadap kekerasan yang dilakukan negara maupun warga sipil terhadap komunitas kulit hitam. Gerakan ini juga menekankan pentingnya solidaritas lintas ras dan kolaborasi global dalam memperjuangkan keadilan sosial.

Sorotan Global terhadap Isu Rasisme

Dalam konteks yang lebih luas, isu rasisme dan diskriminasi rasial tidak hanya terjadi di Amerika Serikat. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui berbagai resolusi dan laporan khusus menegaskan bahwa diskriminasi berbasis ras masih menjadi tantangan serius di berbagai negara. 

Oleh karena itu, peringatan seperti Black Lives Matter Day dinilai relevan sebagai bagian dari upaya global mendorong kesetaraan dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Momentum 26 Februari menjadi pengingat bahwa perjuangan hak sipil membutuhkan konsistensi dan komitmen bersama. Peringatan ini tidak hanya menyoroti peristiwa masa lalu, tetapi juga mendorong dialog berkelanjutan tentang reformasi kebijakan, penegakan hukum yang adil, serta penghapusan stereotip dan prasangka rasial.

Dengan demikian, Black Lives Matter Day bukan sekadar peringatan historis, melainkan simbol ajakan untuk membangun masyarakat yang inklusif, adil, dan menghargai keberagaman sebagai bagian dari nilai universal kemanusiaan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0