Tragedi Bencana Agam, Banjir Bandang Menyingkap Dugaan Penebangan Liar
KARTANEWS.COM, AGAM – Tragedi banjir bandang yang melanda Kabupaten Agam, Sumatera Barat, telah menjelma menjadi bencana kemanusiaan yang serius. Bencana hidrometeorologi ini tidak hanya menyebabkan kerusakan masif, tetapi juga menelan ratusan korban jiwa dan korban hilang.
Pemandangan pascabanjir di wilayah pesisir menjadi sorotan publik. Video amatir yang viral menunjukkan kayu-kayu gelondongan dalam jumlah besar terbawa arus deras. Material kayu ini kini berserakan di sepanjang garis pantai, menjadi bukti kuat terjangan air dari kawasan hulu.
Fenomena ini sontak memicu dugaan serius mengenai praktik penebangan liar (illegal logging). Tumpukan kayu tersebut dinilai sebagai indikasi bahwa kerusakan hutan di hulu telah memperparah dampak bencana, memungkinkan material padat dengan mudah terseret arus air bah.
Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, memberikan pembaruan data yang memilukan pada Sabtu (29/11/2025). Hingga Jumat malam, tim penanggulangan bencana mengonfirmasi total korban meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor mencapai 86 jenazah.
“Ini update data pada Jumat (28/11) malam,” katanya yang dilansir Antara.
Selain korban tewas, angka orang hilang juga masih mengkhawatirkan, dengan 88 orang dilaporkan belum ditemukan. Korban meninggal tersebut tersebar di lima kecamatan, termasuk Malalak, Tanjung Raya, Matur, dan Palembayan.
Kecamatan Palembayan mencatat kerugian terbesar dengan 74 korban jiwa ditemukan di empat jorong. Jasad korban yang telah teridentifikasi segera dimakamkan di makam keluarga, sementara proses identifikasi lainnya terus berlangsung.
“Jasad korban telah ada dimakamkan di makam keluarga,” katanya.
Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) skala besar kini dilanjutkan pagi ini. Tim gabungan melibatkan BPBD Agam, Basarnas Padang, TNI, Polri, dan berbagai lembaga relawan.
Fokus operasi tidak hanya pada pencarian 88 korban hilang yang tersebar di beberapa titik rawan, tetapi juga evakuasi warga yang terisolasi. Upaya penyelamatan terus dilakukan untuk menjangkau warga di lokasi terpencil akibat akses jalan yang terputus total. (J)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0