Tren Penggunaan Obat ADHD di Kalangan Remaja Korea Selatan Menjelang Ujian Akademik

Jan 26, 2026 - 17:18
Jan 26, 2026 - 17:43
 0  5
Tren Penggunaan Obat ADHD di Kalangan Remaja Korea Selatan Menjelang Ujian Akademik
Ilustrasi Pelajar di Korea Selatan

KARTANEWS.COM, SEOUL – Pemerintah Korea Selatan melaporkan adanya peningkatan signifikan penggunaan obat Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) di kalangan remaja. 

Temuan tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa obat stimulan tersebut tidak hanya digunakan untuk keperluan medis, tetapi juga dimanfaatkan untuk mendongkrak performa akademik.

Dilansir dari Tribunnews, laporan Kementerian Keamanan Pangan dan Obat-obatan Korea Selatan yang dirilis Minggu (11/1/2026) mencatat, jumlah pasien berusia di bawah 19 tahun yang menerima resep obat ADHD sepanjang Januari hingga September 2025 telah melampaui total pasien pada kelompok usia yang sama selama sepanjang 2024.

Berdasarkan data tren resep narkotika medis bulanan, sebanyak 113.263 pasien laki-laki berusia di bawah 19 tahun tercatat menerima resep methylphenidate dalam tiga kuartal pertama 2025. 

Angka ini meningkat sekitar enam persen dibandingkan total pasien sepanjang tahun sebelumnya yang berjumlah 107.267 orang.

Sementara itu, pada kelompok pasien perempuan di bawah usia 19 tahun, jumlah penerima resep methylphenidate mencapai 49.209 orang pada periode yang sama. Capaiannya juga lebih tinggi dibandingkan total sepanjang 2024 yang tercatat sebanyak 45.764 pasien.

Methylphenidate dikenal sebagai obat stimulan sistem saraf pusat yang digunakan untuk meningkatkan fokus dan perhatian, serta menekan perilaku impulsif dan hiperaktif pada penderita ADHD. Meski efektif secara klinis, obat ini memiliki potensi efek samping, antara lain penurunan nafsu makan, pusing, dan penurunan berat badan.

Sejumlah pihak menilai peningkatan penggunaan obat tersebut berkaitan dengan tekanan akademik yang tinggi. 

Mengutip laporan Korea Herald, terdapat indikasi bahwa sebagian pelajar dan orang tua memanfaatkan methylphenidate untuk meningkatkan konsentrasi belajar, terutama menjelang ujian penting.

Analisis data resep selama periode 2007 hingga 2024 yang dihimpun Layanan Asuransi Kesehatan Nasional menunjukkan tingkat penggunaan tertinggi berada di kalangan remaja serta kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi. 

Distribusi resep juga terpantau terkonsentrasi di wilayah Gangnam, Seocho, dan Bundang kawasan elit di Seoul yang dikenal dengan persaingan pendidikan yang ketat.

Menanggapi kondisi tersebut, otoritas kesehatan Korea Selatan memperketat pengawasan terhadap peredaran obat ADHD. 

Pemerintah meningkatkan penindakan terhadap iklan ilegal dan praktik penjualan obat menjelang ujian masuk perguruan tinggi nasional, Suneung, yang digelar setiap November. Selain itu, sejumlah fasilitas kesehatan yang diduga memfasilitasi penyalahgunaan obat juga tengah dalam pemantauan intensif. (AUNI)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0