Banjir di Sumatra Mulai Surut, Pemerintah Percepat Evakuasi Kayu Gelondongan dan Distribusi Bantuan
KARTANEWS.COM, SUMATERA — Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mulai menunjukkan penurunan seiring membaiknya cuaca. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa penanganan kini memasuki tahap percepatan pemulihan akses vital, pembersihan material banjir, serta distribusi bantuan untuk warga terdampak.
Salah satu hambatan terbesar adalah keberadaan ribuan kayu gelondongan besar yang terseret arus banjir, terutama di Tapanuli Selatan. Material tersebut menutup jalan, menghambat pencarian tim evakuasi, dan memperlambat distribusi logistik.
Kepala BNPB Suharyanto menyebut alat berat telah diturunkan untuk mempercepat pembersihan. Kayu-kayu tersebut bahkan dilaporkan hanyut hingga Danau Singkarak dan sejumlah pantai di Kota Padang.
“Kayu-kayu gelondongan besar itu ditemukan di Tapsel. Alat berat lokal sudah bekerja dan kami juga telah meminta dukungan dari Kementerian PU. Kami juga menyediakan mesin senso dan pompa alkon untuk mempercepat pembersihan,” kata Suharyanto, dikutip dari detiknews (2/11/2025).
Saat ini, tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan Basarnas masih terus melakukan pencarian terhadap ratusan warga yang hilang. Beberapa lokasi tetap sulit dijangkau karena jalan tertutup longsor maupun tumpukan kayu.
Untuk wilayah yang masih terisolasi, bantuan dipasok melalui udara menggunakan helikopter. Sementara daerah yang sudah dapat diakses menggunakan jalur darat dilayani dengan pengamanan ketat di titik rawan longsor susulan.
BNPB juga fokus mengoperasikan posko dibeberapa titik pengungsian terpadu guna memastikan para penyintas memperoleh tempat tinggal sementara, layanan kesehatan, serta dukungan psikososial. Bantuan yang diprioritaskan meliputi:
- Makanan siap saji
- Air bersih
- Selimut dan pakaian
- Obat-obatan
- Perlengkapan bayi
Relawan dan masyarakat lokal turut membantu penyaluran logistik, terutama ke wilayah pedalaman. Pemerintah juga memberi perhatian khusus pada meningkatnya risiko penyakit menular. Pos kesehatan lapangan didirikan untuk menangani korban luka dan mencegah penyakit seperti diare, ISPA, dan infeksi kulit. Penyaluran air bersih menggunakan mobil tangki serta perbaikan instalasi air terus dipercepat.
Data Terbaru BNPB (Per 1 Desember 2025, Pukul 18.24 WIB):
- 604 orang meninggal dunia
- 464 orang masih hilang
- 2.600 orang mengalami luka-luka
- 1,5 juta warga terdampak
- 570 ribu warga mengungsi
Selain itu, 3.500 rumah dilaporkan rusak berat, 271 jembatan terdampak, dan 282 fasilitas pendidikan mengalami kerusakan. (AUNI)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0