Mayoritas Warga +62 Mager, 93 Persen Minim Aktivitas Fisik

Penulis: Mursyidah Auni | Editor: Dewi

Mar 5, 2026 - 13:36
Mar 5, 2026 - 15:11
 0  3
Mayoritas Warga +62 Mager, 93 Persen Minim Aktivitas Fisik
Ilustrasi. (Getty Images/Hirurg)

KARTANEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat mayoritas warga ibu kota masih kurang melakukan aktivitas fisik.

Berdasarkan hasil program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilakukan sepanjang 2025 hingga awal 2026, sekitar 93 persen warga Jakarta terindikasi memiliki aktivitas fisik yang rendah atau menjalani gaya hidup sedentari.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengatakan temuan ini disebut menjadi salah satu faktor dominan yang meningkatkan risiko penyakit tidak menular, khususnya penyakit kardiovaskular.

“Dari hasil pemeriksaan kesehatan, temuan paling banyak berada pada kelompok risiko penyakit kardiovaskular, terutama obesitas sentral dan kurangnya aktivitas fisik yang mencapai sekitar 93 persen,” ujar Ani Ruspitawati, dikutip dari Antara, Rabu (18/2/2026).

Menurut Ani, rendahnya aktivitas fisik masyarakat perlu mendapat perhatian serius karena dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis seperti penyakit jantung, stroke, hipertensi, hingga diabetes.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, mengatakan kebiasaan kurang bergerak tidak hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga menjadi fenomena yang cukup luas di Indonesia.

“Kami memiliki data bukan hanya di Jakarta, tetapi juga secara nasional. Faktanya, masyarakat Indonesia memang masih kurang melakukan aktivitas fisik,” ujarnya dilansir dari detikhealth (5/3/2026).

Menurutnya, bahwa gaya hidup sedentari dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit meskipun seseorang tidak memiliki berat badan berlebih.

“Walaupun seseorang tidak obesitas, jika aktivitas fisiknya rendah tetap berisiko terhadap berbagai penyakit tidak menular,” tambahnya.

Nadia menilai kebiasaan masyarakat Indonesia yang cenderung menghindari aktivitas fisik juga terlihat dalam rutinitas sehari-hari. Salah satu contohnya adalah preferensi masyarakat menggunakan fasilitas yang lebih praktis dibandingkan bergerak aktif.

Ia mencontohkan fenomena antrean masyarakat yang menunggu lift untuk menuju stasiun LRT di sekitar kantor Kementerian Kesehatan, meskipun tersedia akses tangga.

“Kalau kita lihat di depan kantor Kementerian Kesehatan, misalnya pada sore hari, banyak orang mengantre lift untuk naik ke LRT, padahal sudah tersedia tangga,” jelasnya.

Nadia menambahkan, di sejumlah negara lain masyarakat tetap berusaha aktif bergerak meskipun menggunakan fasilitas seperti eskalator, misalnya dengan tetap berjalan saat menaikinya.

“Di luar negeri, kalau orang tidak ingin naik tangga, mereka menggunakan eskalator tetapi tetap berjalan. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita untuk mendorong masyarakat lebih aktif,” katanya.

Gaya hidup sedentari diketahui memiliki dampak luas terhadap kesehatan masyarakat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut kurangnya aktivitas fisik sebagai salah satu faktor risiko utama kematian dini di dunia.

Kurangnya aktivitas fisik dapat memicu berbagai masalah kesehatan, di antaranya:

- Meningkatnya risiko penyakit jantung dan stroke

- Diabetes tipe 2

- Obesitas dan gangguan metabolisme

- Penurunan kebugaran tubuh dan daya tahan fisik

- Gangguan kesehatan mental seperti stres dan depresi

Selain itu, gaya hidup yang minim aktivitas juga berdampak pada produktivitas dan kualitas hidup masyarakat. Orang yang jarang bergerak cenderung lebih mudah mengalami kelelahan, nyeri otot, serta penurunan konsentrasi dalam aktivitas sehari-hari.

Kementerian Kesehatan mendorong masyarakat untuk meningkatkan aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu atau sekitar 30 menit per hari selama lima hari sesuai rekomendasi WHO.

Aktivitas tersebut tidak harus berupa olahraga berat, tetapi dapat dilakukan melalui kegiatan sederhana seperti berjalan kaki, bersepeda, menggunakan tangga, atau melakukan aktivitas fisik ringan secara rutin.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0