18 Petani Muda Indonesia Ikuti Program Magang Pertanian Modern di Jepang

Penulis: Mursyidah Auni | Editor: Dewi

Feb 24, 2026 - 16:03
Feb 24, 2026 - 16:18
 0  4
18 Petani Muda Indonesia Ikuti Program Magang Pertanian Modern di Jepang
Sebanyak 18 petani muda Indonesia mengikuti Indonesian Young Farm Leaders Training Program in Japan (IYFLTPJ) Batch ke-41. (DOK. KBRI TOKYO)

KARTANEWS.COM, JEPANG – Sebanyak 18 petani muda Indonesia mengikuti Indonesian Young Farm Leaders Training Program in Japan (IYFLTPJ) Batch ke-41, program pelatihan dan magang pertanian modern di Jepang yang berlangsung kurang lebih satu tahun.

Program ini merupakan kerja sama antara Kementerian Pertanian Republik Indonesia dengan Pemerintah Jepang melalui Japan Agricultural Exchange Council (JAEC) dan Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries (MAFF) Jepang. 

Kolaborasi tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas generasi muda pertanian Indonesia dalam penerapan teknologi modern dan penguatan manajemen agribisnis.

Selama menjalani program, para peserta tinggal bersama petani tuan rumah di Jepang dan mengikuti pelatihan praktik lapangan (on the job training), pembelajaran akademis, pelatihan pengoperasian mesin pertanian yang difasilitasi MAFF, serta kunjungan studi ke berbagai prefektur.

Koordinator Program JAEC, Zuhaira Dzaatul Himmah, mengungkapkan bahwa pada tahap awal para peserta menghadapi tantangan, terutama dalam hal komunikasi dan adaptasi budaya.

“Pada awal kedatangan, para peserta memang menghadapi kendala bahasa dan perbedaan budaya kerja. Namun, mereka mampu beradaptasi dengan baik dan menunjukkan perkembangan yang signifikan, baik dari sisi keterampilan teknis maupun manajerial,” ujarnya, dikutip dari kompas.com, Selasa (23/2/2026).

Ia menambahkan bahwa pembelajaran langsung di lapangan menjadi pengalaman berharga bagi para peserta dalam memahami sistem pertanian Jepang yang dikenal efisien dan berbasis teknologi.

Program IYFLTPJ telah berlangsung lebih dari 40 tahun dan menjadi salah satu bentuk kerja sama pengembangan sumber daya manusia pertanian antara Indonesia dan Jepang. 

Berdasarkan siaran pers KBRI Tokyo tertanggal 20 Februari 2026, lebih dari 650 petani muda Indonesia telah mengikuti program tersebut dan kini tergabung dalam Ikatan Alumni Magang Jepang (IKAMAJA).

Para alumni tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan berkontribusi dalam pengembangan sektor pertanian nasional. Sebagian di antaranya berperan sebagai pembina di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S), serta menjadi penggerak organisasi petani mandiri.

Dalam rangkaian kegiatan program, Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, Maria Renata Hutagalung, menerima kunjungan 18 peserta IYFLTPJ Batch ke-41 di KBRI Tokyo pada Kamis (19/2/2026).

“Melalui program ini, para petani muda Indonesia diharapkan dapat mengembangkan praktik pertanian modern yang telah dipelajari di Jepang untuk diterapkan di tanah air, termasuk dalam peningkatan produksi hasil pertanian berkualitas tinggi serta penguatan agribisnis,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya peran para peserta sebagai pemimpin pertanian dan agen perubahan di daerah masing-masing.

“Para peserta diharapkan menjadi motor penggerak transformasi pertanian di Indonesia, sehingga mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, dan membuka peluang ekspor komoditas pertanian ke pasar internasional, termasuk Jepang,” tandasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0