Masjid Raya Islamic Center Kalimantan Timur, Masjid Terbesar Kedua di Asia Tenggara

Penulis : Mursyidah Auni | Editor : Dewi

Mar 12, 2026 - 14:58
Mar 12, 2026 - 15:28
 0  8
Masjid Raya Islamic Center Kalimantan Timur, Masjid Terbesar Kedua di Asia Tenggara
Masjid Raya Islamic Center, Samarinda, Kalimantan Timur (islamiccenterkaltim.org)

KARTANEWS.COM, SAMARINDA — Tahukah kamu? Ternyata salah satu masjid terbesar di Asia Tenggara berada di Kalimantan Timur. 

Masjid tersebut adalah masjid Raya Baitul Muttaqin yang berada di kawasan Islamic Center Samarinda, Kalimantan Timur yang berdiri megah di tepian Sungai Mahakam ini menjadi masjid terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Masjid Istiqlal di Jakarta, serta salah satu ikon religi sekaligus kebanggaan masyarakat Benua Etam.

Dilansir dari situs resmi islamiccenterkaltim.org, pembangunan kawasan Islamic Center Kalimantan Timur berawal dari gagasan untuk menghadirkan pusat kegiatan dan pengembangan Islam di daerah tersebut. 

Ide tersebut pertama kali dicetuskan oleh Brigjen TNI, (Purn) H. Abd. Wahab Syachranie, yang merupakan Gubernur Kalimantan Timur saat itu. Ide tersebut muncul setelah suksesnya pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-IX di Samarinda.

Keberhasilan penyelenggaraan MTQ serta prestasi qori dan qoriah Kalimantan Timur di tingkat nasional mendorong munculnya gagasan untuk membangun pusat pengembangan kegiatan Islam yang lebih representatif di Samarinda.

Seiring berjalannya waktu, rencana mulai diwujudkan pada masa kepemimpinan Gubernur Kalimantan Timur, H. M. Ardans dengan menyiapkan lahan pembangunan pusat kegiatan Islam pada tahun 1997. 

Pembangunan kawasan Islamic Center kemudian semakin dimatangkan pada masa kepemimpinan Gubernur Suwarna Abdul Fatah. 

Inspirasi pembangunan masjid besar ini muncul ketika Suwarna Abdul Fatah menunaikan ibadah haji pada tahun 2000 saat berada di Masjid Nabawi Madinah, ia terinspirasi untuk membangun sebuah masjid monumental yang dapat menjadi warisan bagi generasi mendatang di Kalimantan Timur.

Lokasi pembangunan Islamic Center berada di atas lahan seluas sekitar 7,2 hektare yang merupakan bekas kawasan penggergajian kayu milik PT Inhutani I dan telah dihibahkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Pembangunan masjid dimulai pada 5 Juli 2001 dengan pencanangan pembangunan dilakukan oleh Presiden keempat Republik Indonesia Abdurrahman Wahid, sementara pemancangan tiang utama dilakukan oleh Presiden kelima Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri.

Seluruh pembangunan masjid dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Timur dengan sistem multiyears dan menelan anggaran sekitar Rp400 miliar.

Setelah melalui proses pembangunan selama beberapa tahun, masjid ini akhirnya diresmikan penggunaannya pada 16 Juni 2008 oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono.

Pada 20 Agustus 2014, masjid tersebut secara resmi diberi nama Masjid Baitul Muttaqin yang memiliki arti rumah bagi orang-orang yang bertakwa. 

Selanjutnya pada 9 Mei 2022, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menetapkan statusnya sebagai Masjid Raya Islamic Center Provinsi Kalimantan Timur.

Keunikan Arsitektur dan Bangunan Masjid

Masjid Raya Baitul Muttaqin memiliki desain arsitektur yang memadukan konsep Timur Tengah dengan sentuhan modern. Bangunan utama masjid memiliki luas sekitar 43.560 meter persegi yang terdiri dari beberapa bagian bangunan.

Berikut beberapa detail dan keunikan bangunan masjid tersebut:

Selasar luas di sekeliling masjid

Pada sekeliling bangunan utama terdapat selasar atau anjungan seluas sekitar 2.580 meter persegi dengan tujuh pintu gerbang. Area ini kerap dimanfaatkan oleh jamaah, mahasiswa, dan pengunjung untuk beristirahat, berdiskusi, maupun menunggu waktu salat.

• Basement untuk parkir dan utilitas

Masjid ini memiliki basement seluas sekitar 10.235 meter persegi yang difungsikan sebagai area parkir kendaraan roda dua dan roda empat, sekaligus tempat penyimpanan fasilitas utilitas seperti penampungan air.

Ruang salat utama berkapasitas besar

Lantai utama masjid memiliki luas sekitar 8.185 meter persegi yang mampu menampung sekitar 10.000 jamaah. Selain itu terdapat area mezzanine atau balkon yang dapat menampung sekitar 2.000 jamaah tambahan.

• Kubah besar bergaya Masjid Nabawi

Kubah utama masjid mengadopsi desain kubah Masjid Nabawi di Madinah dengan diameter sekitar 45 meter. Kubah dihiasi ornamen kaligrafi Al-Qur’an dan dilengkapi lampu gantung besar bergaya Timur Tengah.

Menara utama setinggi 99 meter

Pada bagian depan masjid berdiri menara utama setinggi 99 meter yang dikenal sebagai Menara Asmaul Husna, melambangkan 99 nama Allah dalam ajaran Islam. Dari menara ini pengunjung dapat menikmati panorama Sungai Mahakam dan Kota Samarinda.

• Empat menara di sudut masjid

Masjid ini juga dilengkapi empat menara di setiap sudut bangunan dengan tinggi sekitar 70 meter. Selain itu terdapat menara tambahan di area pintu gerbang yang menambah kesan megah pada kompleks masjid.

• Sistem pencahayaan menara

Setiap menara dilengkapi lampu sorot yang menerangi bangunan pada malam hari, sehingga masjid tampak sangat megah dan bercahaya terutama jika dilihat dari tepian Sungai Mahakam.

Fasilitas Pendukung di Kawasan Islamic Center

Selain bangunan masjid utama, kawasan Islamic Center juga dilengkapi berbagai fasilitas yang menunjang kegiatan ibadah, pendidikan, dan sosial masyarakat.

Beberapa fasilitas yang tersedia antara lain:

• Perpustakaan masjid yang menyediakan berbagai literatur keagamaan dan umum

• Studio Radio Dakwah Islamic Center (RADIC)

• Museum Islamic Center

• Gedung serbaguna dan ruang pertemuan

• Tempat wudhu dan penitipan barang jamaah

• Eskalator dan lift untuk memudahkan akses jamaah

Di kawasan ini juga terdapat sejumlah bangunan penunjang lainnya, seperti:

• Rumah imam dan muadzin sebagai tempat tinggal pengelola masjid

• Mess atau asrama penginapan bagi tamu dan pengunjung

• Kantin serta pusat penjualan suvenir yang menyediakan makanan khas daerah

Dengan arsitektur megah, fasilitas yang lengkap, serta peran strategisnya sebagai pusat kegiatan keagamaan, Masjid Raya Baitul Muttaqin Islamic Center Samarinda tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi destinasi wisata religi yang banyak dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah.

Keindahan bangunan masjid ini semakin terlihat pada malam hari ketika lampu-lampu menara menyala dan memantul di permukaan Sungai Mahakam, menciptakan panorama yang memukau di jantung Kota Samarinda.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0