Harga Minyak Dunia Naik, Pemerintah Isyaratkan Penyesuaian BBM Non-Subsidi
Penulis : Mursyidah Auni | Editor : Dewi
KARTANEWS.COM, JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi indikasi adanya potensi penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) seiring lonjakan harga minyak mentah dunia yang telah mencapai sekitar US$115 per barel.
Menurut Bahlil, mekanisme penyesuaian harga pada dasarnya telah diatur dalam regulasi Kementerian ESDM, khususnya untuk BBM non-subsidi.
BBM yang berpotensi mengalami perubahan harga adalah jenis non-subsidi, terutama yang masuk kategori industri atau digunakan oleh kelompok masyarakat mampu.
“Dalam regulasi, harga BBM industri memang mengikuti pergerakan pasar. Jadi tanpa diumumkan pun, penyesuaian itu berjalan secara otomatis,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Ia mencontohkan, BBM dengan kadar oktan tinggi seperti RON 95 dan RON 98 termasuk dalam kategori yang umumnya digunakan oleh kalangan dengan daya beli lebih tinggi sehingga tidak memerlukan intervensi subsidi dari pemerintah.
Sementara itu, untuk BBM bersubsidi, pemerintah memastikan belum ada rencana kenaikan dalam waktu dekat dan kebijakan tetap diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat kecil.
“Untuk subsidi, sampai saat ini masih stabil. Pemerintah tetap memperhatikan kepentingan masyarakat,” katanya.
Bahlil juga mengimbau publik untuk menunggu keputusan resmi pemerintah terkait kebijakan harga BBM, mengingat penyesuaian akan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kondisi ekonomi nasional.
Penetapan harga BBM sendiri umumnya dilakukan pada awal bulan, sehingga perkembangan kebijakan dalam waktu dekat menjadi perhatian masyarakat.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0