UIN Ar-Raniry Tembus Peringkat Dua Nasional Bidang Hukum Versi Scimago 2026

Penulis : Mursyidah Auni | Editor : Dewi

Mar 30, 2026 - 13:26
Mar 30, 2026 - 14:55
 0  2
UIN Ar-Raniry Tembus Peringkat Dua Nasional Bidang Hukum Versi Scimago 2026
Kampus UIN Ar-Raniry Banda Aceh (Humas Kemenag RI)

KARTANEWS.COM, BANDA ACEH — Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menorehkan capaian signifikan di kancah riset internasional. Dalam pemeringkatan Scimago Institutions Rankings (SIR) 2026, kampus ini berhasil menduduki posisi kedua nasional pada bidang hukum.

Pencapaian tersebut menempatkan UIN Ar-Raniry di atas sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, seperti Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Diponegoro (Undip) dalam indikator yang sama.

Berdasarkan data SIR 2026, peringkat pertama nasional bidang hukum ditempati Universitas Airlangga yang berada di posisi global ke-92.

UIN Ar-Raniry menyusul di posisi kedua nasional dengan peringkat dunia ke-131. Sementara itu, posisi berikutnya diisi oleh Universitas Sebelas Maret, Universitas Indonesia, dan UIN Sunan Kalijaga.

Secara keseluruhan, capaian ini memperkuat posisi UIN Ar-Raniry sebagai salah satu perguruan tinggi yang memiliki daya saing global, khususnya dalam pengembangan ilmu hukum berbasis riset.

Rektor UIN Ar-Raniry, Mujiburrahman, menyampaikan bahwa hasil tersebut merupakan buah dari penguatan berkelanjutan dalam ekosistem riset kampus, termasuk peningkatan kualitas publikasi ilmiah dan perluasan jejaring kerja sama internasional.

“Capaian ini tidak hanya menjadi prestasi institusi, tetapi juga menandai perubahan penting dalam peta riset nasional, di mana perguruan tinggi keagamaan Islam negeri kini semakin berperan dalam produksi ilmu pengetahuan,” ujarnya dalam keterangan resminya.

Menurutnya, penguatan riset di lingkungan kampus dilakukan secara sistematis melalui pengembangan jurnal bereputasi, peningkatan kapasitas dosen, serta dorongan aktif bagi sivitas akademika untuk berkontribusi dalam publikasi ilmiah internasional.

Saat ini, UIN Ar-Raniry mengelola lebih dari 100 jurnal ilmiah dan prosiding, dengan puluhan di antaranya telah terakreditasi secara nasional melalui SINTA. Beberapa jurnal bahkan telah terindeks Scopus dan masuk kategori bereputasi tinggi, termasuk jurnal yang berada pada kuartil satu (Q1).

Dari sisi lain, prestasi ini juga didukung oleh kontribusi akademisi kampus yang diakui secara global. Sejumlah dosen tercatat masuk dalam daftar ilmuwan berpengaruh dunia, memperkuat reputasi institusi dalam bidang riset dan publikasi.

Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, Kamaruzzaman, menegaskan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari upaya membangun budaya akademik yang kuat, terutama dalam mendorong produktivitas publikasi ilmiah di kalangan dosen dan mahasiswa.

“Indikator Scimago yang berbasis pada data publikasi dan sitasi menunjukkan bahwa penguatan budaya riset di lingkungan kami mulai memberikan hasil yang nyata,” katanya.

Pemeringkatan Scimago sendiri mengacu pada tiga aspek utama, yakni kinerja penelitian, inovasi, dan dampak sosial, dengan basis data publikasi ilmiah terindeks Scopus, sitasi, serta kolaborasi internasional.

Sejarah Singkat UIN Ar-Raniry

Melansir website resmi UIN Ar-Raniry Banda Aceh, kampus ini memiliki sejarah panjang dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam di Indonesia yang resmi berdiri pada 5 Oktober 1963 dengan nama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ar-Raniry dan merupakan salah satu IAIN tertua di Tanah Air.

Nama “Ar-Raniry” diambil dari ulama besar abad ke-17, Syekh Nuruddin Ar-Raniry, yang dikenal sebagai tokoh penting dalam penyebaran dan pengembangan Islam di Aceh.

Seiring perkembangan zaman dan kebutuhan pendidikan tinggi yang semakin kompleks, IAIN Ar-Raniry bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) pada tahun 2013.

Perubahan statusnya memperluas cakupan keilmuan, tidak hanya pada studi keislaman, tetapi juga ilmu umum dan interdisipliner.

Dengan transformasi tersebut, UIN Ar-Raniry terus berupaya memperkuat posisinya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang terintegrasi antara nilai-nilai keislaman dan keilmuan modern, serta berkontribusi dalam pembangunan nasional dan global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0