Sekda Berau Tekanan Pentingnya Edukasi Pengelolaan Sampah Bagi Masyarakat
KARTANEWS.COM, BERAU - Masalah kesehatan lingkungan dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat terus menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Berau. Saat ini, Berau tercatat berada di urutan kelima dalam hal angka stunting atau tengkes di tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Berau secara tegas menekankan pentingnya edukasi pengelolaan sampah yang baik, penciptaan lingkungan yang bersih, serta penyediaan fasilitas sanitasi yang memadai guna mendongkrak kualitas hidup masyarakat setempat.
Langkah ini dinilai krusial mengingat eratnya kaitan antara kebersihan lingkungan dengan kesehatan tumbuh kembang anak. Penataan sanitasi yang buruk disinyalir memicu berbagai penyakit infeksi yang menjadi salah satu faktor pendukung terjadinya kasus tengkes.
"Kita berharap ada gambaran bagaimana mengelola sampah yang baik, menciptakan lingkungan yang bersih, sanitasi, dan sebagainya. Ini tanggung jawab bersama semua perangkat daerah yang muaranya kita berharap tingkat peningkatan kesehatan dan angka stunting bisa ditekan lebih rendah," ujarnya.
Sebagai bentuk tindakan nyata, Pemerintah Kabupaten Berau kini tengah gencar mendorong program pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Salah satu strategi utama yang diusung adalah dengan mengaktifkan kembali peran bank-bank sampah di pemukiman warga.
Selain itu, pemerintah daerah juga memicu munculnya inovasi-inovasi kebersihan di tingkat Rukun Tetangga (RT). Gerakan ini dioptimalkan dengan memaksimalkan pemanfaatan alokasi dana RT yang saat ini telah tersedia.
Di sisi lain, Sekda Berau juga memberikan sorotan tajam terhadap kebiasaan buruk sebagian masyarakat yang masih sering membakar sampah rumah tangga akibat minimnya pemahaman.
Berdasarkan hasil percakapan medis dan lingkungan, tindakan membakar sampah justru memicu pencemaran udara serta lingkungan yang luar biasa berbahaya bagi kesehatan paru-paru.
“Oleh karena itu, edukasi menyeluruh untuk mengubah paradigma masyarakat ini dinilai sangat mendesak, berjalan beriringan dengan memberikan harapan warga terhadap partisipasi aktif serta optimalisasi kinerja dari tenaga kebersihan daerah,” tutupnya. (REIN/daa)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0