Old Trafford Catat Momen Bersejarah, Azan Magrib Menggema di Markas Manchester United
Penulis: Mursyidah Auni | Editor: Dewi
KARTANEWS.COM, MANCHESTER – Lantunan azan Magrib untuk pertama kalinya berkumandang di Stadion Old Trafford, markas Manchester United, Selasa (24/2/2026) waktu setempat.
Momen tersebut berlangsung dalam kegiatan buka puasa bersama yang diselenggarakan Manchester United Muslim Supporters Club (MUMSC) bekerja sama dengan pihak klub.
Azan dikumandangkan oleh qari asal Inggris, Ibrahim Idris atau yang dikenal sebagai Ibi Idris. Suara azannya menggema di stadion berkapasitas lebih dari 70 ribu penonton itu menandai waktu berbuka puasa bagi para peserta yang hadir.
Sekitar 80 orang yang terdiri atas pengurus dan anggota komunitas suporter Muslim Manchester United mengikuti kegiatan tersebut. Usai berbuka puasa, para peserta melaksanakan salat Magrib berjamaah di area stadion.
Selain mengumandangkan azan, Ibi Idris juga membacakan ayat suci Alquran dan memimpin pelaksanaan salat. Kehadiran unsur keagamaan di dalam stadion yang selama ini identik dengan kompetisi sepak bola profesional menghadirkan suasana yang berbeda.
Video azan yang menggema di stadion pun viral di media sosial. Beragam respons emosional mengalir dari para penggemar, termasuk dari Indonesia.
“Masya Allah Tabarakallah… Glory ,Glory,” tulis salah satu warganet.
Komentar lain bernada bangga dan haru juga bermunculan, menyebut momen tersebut sebagai simbol keberkahan dan kebanggaan bagi suporter Muslim Manchester United.
Sejumlah komentar juga menyampaikan apresiasi serta menilai momen tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman di lingkungan sepak bola internasional.
Penyelenggaraan buka puasa bersama di Old Trafford merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang telah dilaksanakan pada Ramadan sebelumnya. Namun, tahun ini menjadi perhatian khusus karena untuk pertama kalinya azan dikumandangkan secara langsung di dalam stadion.
Kegiatan ini mencerminkan komitmen terhadap nilai inklusivitas serta penghormatan terhadap latar belakang budaya dan agama para suporter.
Old Trafford tidak hanya berfungsi sebagai arena pertandingan, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang merepresentasikan keberagaman komunitas pendukungnya.
Momentum juga menandai pertemuan antara olahraga dan ekspresi keagamaan dalam satu ruang publik yang sama, sekaligus menunjukkan bahwa praktik keagamaan dapat berlangsung berdampingan dengan aktivitas olahraga profesional dalam suasana yang tertib dan saling menghormati.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0