Kasus Kekerasan Anak di Berau Terbongkar, Polisi Dalami Ancaman Konten Pribadi

Apr 1, 2026
Kasus Kekerasan Anak di Berau Terbongkar, Polisi Dalami Ancaman Konten Pribadi
Ilustrasi (Gemini AI)

KARTANEWS.COM, BERAU - Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak di Kabupaten Berau terungkap setelah keluarga menelusuri isi ponsel korban. Dari hasil penelusuran tersebut, keluarga menemukan dugaan adanya tindakan yang mengarah pada pelanggaran serius terhadap korban.

Seorang pemuda asal Kecamatan Teluk Bayur kini telah diamankan pihak kepolisian. Ia diduga melakukan perbuatan melawan hukum sekaligus memberikan tekanan kepada korban melalui ancaman penyebaran konten pribadi.

Peristiwa ini mulai mencuat saat korban dijemput keluarganya dari sebuah kawasan perumahan di Tanjung Redeb pada Selasa dini hari, 25 Maret 2026. Sebelumnya, korban tidak pulang sejak malam hari sehingga menimbulkan kekhawatiran.

“Kami mulai curiga karena korban tidak kembali hingga larut malam. Dari situ keluarga berinisiatif melakukan pencarian,” ujar salah satu sumber keluarga.

Kepala Sub Seksi Penerangan Masyarakat Sihumas Polres Berau, Iptu Muhammad Kasim Kahar, membenarkan penanganan kasus tersebut. Ia menegaskan bahwa terduga pelaku telah diamankan dan kini berstatus tersangka.

“Tersangka sudah kami amankan di Mapolres Berau. Saat ini masih dalam proses penyidikan lebih lanjut,” jelasnya.

Menurutnya, penyidik masih terus mendalami keterangan dari berbagai pihak untuk mengungkap secara utuh peristiwa tersebut.

“Kami masih memeriksa saksi-saksi dan melengkapi alat bukti agar proses hukum bisa berjalan maksimal,” tambahnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban dan tersangka diketahui memiliki hubungan dekat. Pertemuan terakhir terjadi pada Senin malam, 24 Maret 2026, saat korban berpamitan dari rumah kerabatnya di wilayah Gunung Tabur untuk bertemu tersangka.

Namun hingga tengah malam, korban tidak kembali. Keluarga kemudian melakukan pencarian dan baru mengetahui keberadaan korban sekitar pukul 02.00 Wita setelah ponselnya kembali aktif.

“Korban ditemukan di salah satu kawasan perumahan di Tanjung Redeb setelah sebelumnya tidak bisa dihubungi,” ungkapnya.

Setelah dibawa pulang, korban kemudian mengungkapkan bahwa dirinya telah mengalami tindakan tidak pantas sejak beberapa waktu lalu.

Pihak kepolisian juga mengungkap adanya dugaan tekanan yang dialami korban. Tersangka disebut menggunakan ancaman terkait penyebaran konten pribadi untuk memaksa korban menuruti keinginannya.

“Ada indikasi korban mengalami tekanan. Hal ini masih kami dalami dalam proses penyidikan,” kata Kasim.

Merasa anaknya menjadi korban kekerasan sekaligus intimidasi, pihak keluarga akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Berau.

“Keluarga berharap kasus ini bisa diproses secara hukum dan korban mendapatkan perlindungan,” tutupnya. 

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0