Jangan Sering Konsumsi Video Reels, Dapat Picu Gangguan Kognitif Beresiko “Brain Rot”
KARTANEWS.COM, JAKARTA – Maraknya konsumsi video berdurasi pendek di berbagai platform digital, seperti TikTok, YouTube Shorts, dan Instagram Reels mulai mendapat sorotan serius dari berbagai pihak.
Para ahli menilai pola konsumsi berlebihan dapat berdampak pada fungsi kognitif dan kesehatan mental.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kombinasi durasi singkat dan algoritma yang dirancang untuk mempertahankan perhatian pengguna berpotensi memengaruhi cara kerja otak, terutama dalam hal fokus, memori, dan kontrol impuls.
Neuropsikolog dari Vanderbilt University Medical Center, James Jackson, menyatakan kekhawatiran terhadap fenomena ini bukan tanpa dasar, sama halnya seperti kemunculan video gim di masa lalu.
“Penelitian saat ini mulai menunjukkan adanya efek negatif pada otak ketika video pendek dikonsumsi secara berlebihan,” ujarnya dikutip dari detikhealth, Senin (6/4/2026).
Temuan dari sejumlah studi internasional, termasuk di kawasan Timur Tengah, mengindikasikan adanya hubungan antara intensitas konsumsi video pendek dengan penurunan kemampuan memori serta meningkatnya kelelahan kognitif.
kondisi ini terjadi karena otak terus dipaksa memproses informasi dalam waktu singkat tanpa jeda yang cukup.
Di sisi lain, Endokrinologis Pediatrik Nidhi Gupta menilai fenomena ini telah melahirkan bentuk kecanduan baru yang lebih kompleks, sehingga perlu penelitian jangka panjang untuk memastikan apakah dampak tersebut dapat dipulihkan.
“Ini seperti video game dan televisi dalam versi yang jauh lebih intens,” katanya.
Kekhawatiran serupa diperkuat oleh tinjauan yang dipublikasikan dalam Psychological Bulletin milik American Psychological Association, yang menganalisis 71 studi dengan hampir 100.000 responden, hasilnya menunjukkan bahwa konsumsi video pendek dalam intensitas tinggi berkaitan dengan penurunan kemampuan kognitif, terutama pada rentang perhatian dan pengendalian diri.
Selain itu, paparan berlebihan juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan, depresi, stres, hingga perasaan kesepian.
kondisi ini dipicu oleh pola konsumsi cepat yang membuat otak terbiasa dengan stimulasi instan dan sulit beradaptasi dengan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi lebih lama.
Fenomena ini juga melahirkan istilah baru yang semakin populer, yakni “brain rot”, yang merujuk pada penurunan kualitas fungsi mental akibat konsumsi konten digital secara berlebihan. Istilah tersebut bahkan telah masuk dalam daftar kata populer yang mencerminkan kekhawatiran global terhadap dampak teknologi digital.
Para ahli mengingatkan bahwa tanpa pengendalian, kebiasaan mengonsumsi video pendek secara terus-menerus berpotensi mengganggu produktivitas, menurunkan kualitas belajar, serta memengaruhi perkembangan kognitif, khususnya pada anak dan remaja yang masih dalam tahap pertumbuhan.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk membatasi durasi penggunaan media sosial, menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dan non-digital, serta meningkatkan kesadaran terhadap pola konsumsi konten, sehingga manfaat teknologi tetap dapat dirasakan tanpa mengorbankan kesehatan mental dan fungsi otak dalam jangka panjang. (AUNI/daa*)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0