Konflik Semakin Panas, Iran Dikabarkan Mundur dari Piala Dunia 2026
Penulis : Mursyidah Auni | Editor : Dewi
KARTANEWS.COM, IRAN — Tim nasional Iran dilaporkan memutuskan mundur dari ajang Piala Dunia 2026 menyusul meningkatnya ketegangan politik dengan Amerika Serikat setelah serangan udara yang terjadi beberapa waktu lalu.
Mengutip laporan OneFootball, Menteri Olahraga Iran, Ahmad Doyanmali menyatakan bahwa keputusam diambil sebagai respons atas situasi politik yang dinilai tidak memungkinkan bagi tim nasional Iran untuk berpartisipasi dalam turnamen FIFA 2026.
Dirinya juga menegaskan bahwa kematian pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan AS menjadi salah satu alasan utama di balik keputusan tersebut.
“Mengingat rezim Amerika Serikat telah membunuh pemimpin kami, dalam kondisi apa pun kami tidak dapat berpartisipasi pada Piala Dunia,” katanya.
Ia menambahkan bahwa faktor keselamatan tim juga menjadi pertimbangan penting pemerintah Iran untuk memastikan kondisi keamanan bagi delegasi Iran jika tetap mengikuti turnamen yang digelar di negara tersebut.
“Rakyat kami tidak berada dalam situasi yang aman dan secara mendasar tidak ada kondisi yang memungkinkan untuk berpartisipasi,” ujarnya.
Dilansir dari CNBC, sebelumnya Presiden FIFA Gianni Infantino sempat menyampaikan bahwa Iran tetap diperbolehkan mengikuti Piala Dunia 2026 setelah mendapat persetujuan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Infantino menyebut bahwa pihak AS menyatakan tim nasional Iran tetap dipersilakan bertanding di turnamen tersebut.
“Kita semua membutuhkan acara seperti Piala Dunia untuk menyatukan orang-orang di seluruh dunia,” katanya.
Secara prestasi olahraga, Iran sebenarnya telah memastikan tempat di Piala Dunia 2026 setelah tampil meyakinkan pada babak kualifikasi zona Asia dan mengamankan tiket ke putaran final sejak Maret tahun lalu.
Dalam hasil undian fase grup, Iran ditempatkan di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.
Seluruh pertandingan fase grup tim tersebut dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat, dengan dua laga digelar di Los Angeles dan satu pertandingan lainnya di Seattle.
Meski telah memiliki agenda pertandingan yang jelas, Iran dilaporkan menjadi satu-satunya peserta yang tidak menghadiri pertemuan teknis tim peserta Piala Dunia yang diselenggarakan FIFA di Atlanta pada pekan lalu.
Sebelumnya, federasi sepak bola Iran bahkan telah menentukan lokasi pemusatan latihan selama turnamen, yakni di Kino Sports Complex yang berada di Tucson, Arizona yang telah dipersiapkan sebagai basis latihan tim sepanjang pelaksanaan turnamen.
Jika rencana boikot benar-benar terjadi, maka sekitar 18 bulan persiapan tim nasional Iran berpotensi tidak terpakai.
Kondisi tersebut juga diperkirakan menimbulkan dampak ekonomi bagi wilayah Arizona yang sebelumnya telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk mendukung kehadiran tim Iran.
Selain itu, ketidakpastian partisipasi Iran turut menimbulkan persoalan terkait tiket pertandingan.
Apabila Iran benar-benar mengundurkan diri, para suporter yang telah membeli tiket dengan harga tinggi kemungkinan akan menjual kembali tiket di pasar penjualan ulang.
Di sisi lain, aturan FIFA menyebutkan bahwa tim yang mengundurkan diri dari turnamen maksimal 30 hari sebelum pertandingan pertama dapat dikenai sanksi denda minimal sebesar 250.000 franc Swiss atau sekitar Rp5,4 miliar.
Regulasi tersebut juga membuka kemungkinan penerapan sanksi disipliner tambahan, termasuk potensi dikeluarkannya asosiasi sepak bola terkait dari kompetisi FIFA berikutnya serta penggantian peserta oleh negara lain.
“Dewan FIFA atau komite terkait dapat memutuskan untuk mengganti asosiasi anggota yang bersangkutan dengan asosiasi lain,” demikian bunyi ketentuan dalam regulasi FIFA.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0