Angka Kemiskinan Turun tapi Tantangan Belum Usai, Pemkab Berau Komitmen Ekonomi Pro Rakyat

Apr 1, 2026
Angka Kemiskinan Turun tapi Tantangan Belum Usai, Pemkab Berau Komitmen Ekonomi Pro Rakyat
Angka kemiskinan di Berau berhasil ditekan dari 5,08 persen pada tahun 2024 menjadi 4,44 persen pada tahun 2025. Ilustrasi (istimewa)

KARTANEWS.COM, BERAU — Pemerintah Kabupaten Berau mencatat penurunan tingkat kemiskinan pada tahun 2025 sebagai salah satu indikator positif dalam kinerja pembangunan daerah.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 5,08 persen pada tahun 2024 menjadi 4,44 persen pada tahun 2025 serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 77,17 menjadi 77,72.

Penurunan ini mencerminkan adanya perbaikan kondisi sosial ekonomi masyarakat, seiring dengan berbagai program intervensi yang dijalankan pemerintah daerah, khususnya dalam penguatan ekonomi kerakyatan dan peningkatan akses terhadap layanan dasar.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari sinergi berbagai perangkat daerah dalam mengimplementasikan kebijakan yang berpihak pada masyarakat berpenghasilan rendah.

“Penurunan angka kemiskinan ini menunjukkan bahwa berbagai program yang telah dijalankan pemerintah daerah mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kesenjangan,” ujarnya dalam rapat paripurna LKPJ Bupati di ruang rapat DPRD Berau, Selasa (31/3/2026).

Menurut Gamalis, upaya penanggulangan kemiskinan tidak hanya difokuskan pada pemberian bantuan sosial, tetapi juga diarahkan pada pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ia menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan bersifat terintegrasi dengan melibatkan lintas sektor guna memastikan program yang dijalankan tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Kami terus mendorong program yang tidak hanya bersifat bantuan sesaat, tetapi juga mampu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat dalam jangka panjang,” tegasnya.

Meski menunjukkan tren positif, pemerintah daerah tetap mewaspadai berbagai tantangan yang dapat memengaruhi tingkat kemiskinan, termasuk dinamika ekonomi global dan perlambatan pertumbuhan ekonomi daerah yang terjadi pada tahun 2025.

Pada 2025, pertumbuhan ekonomi daerah mengalami perlambatan. Pertumbuhan tercatat hanya sebesar 2,48 persen, menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 7,28 persen. Kondisi ini dipengaruhi melemahnya sektor pertambangan yang masih menjadi penopang utama struktur ekonomi daerah.

Dengan demikian, Pemkab Berau berkomitmen untuk terus memperkuat kebijakan penanggulangan kemiskinan melalui optimalisasi program perlindungan sosial, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan sektor-sektor ekonomi produktif yang mampu menyerap tenaga kerja di sektor lainnya.

“Kami akan terus memastikan bahwa setiap kebijakan pembangunan memiliki dampak langsung terhadap penurunan kemiskinan, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara merata dan berkelanjutan,” ungkap Gamalis.

Gamalis juga menjelaskan bahwa arah pembangunan Kabupaten Berau tahun 2025 difokuskan pada percepatan pengembangan ekonomi kerakyatan dan peningkatan daya saing investasi, sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi “Berau Unggul, Sejahtera, dan Berdaya Saing Berbasis Sumber Daya Manusia dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam secara berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0