BPS: Lonjakan Harga Daging Ayam Ras dan Cabai Rawit Picu Kenaikan IPH Jelang Ramadan

Penulis: Mursyidah Auni | Editor: Dewi

Mar 3, 2026 - 13:47
Mar 3, 2026 - 14:52
 0  4
BPS: Lonjakan Harga Daging Ayam Ras dan Cabai Rawit Picu Kenaikan IPH Jelang Ramadan
Ilustrasi daging ayam. (Foto: Getty Images/Thai Liang Lim)

KARTANEWS.COM, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan terjadinya kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di sejumlah provinsi pada pekan keempat Februari 2026. Peningkatan terutama didorong oleh lonjakan harga cabai rawit dan daging ayam ras menjelang bulan Ramadan.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan bahwa kenaikan IPH di berbagai daerah menunjukkan pola yang relatif seragam, dengan komoditas pangan pokok sebagai faktor utama pendorong.

“Komoditas yang paling banyak menyebabkan kenaikan IPH di berbagai provinsi antara lain cabai rawit dan daging ayam ras yang harganya terus meningkat,” ujarnya, dalam rapat inflasi pengendalian daerah, Selasa (3/2/2026).

Wilayah Sumatera, Kabupaten Bangka tercatat mengalami perubahan IPH tertinggi. Kenaikannya dipicu oleh meningkatnya harga daging sapi, cabai rawit, dan daging ayam ras. Sementara itu, di Pulau Jawa, Kabupaten Trenggalek mencatat kenaikan IPH sebesar 7,5 persen.

“Kenaikan di Trenggalek terutama dipengaruhi oleh harga cabai rawit, daging ayam ras, dan cabai merah,” kata Amalia.

Untuk wilayah di luar Sumatera dan Jawa, Kabupaten Lombok Timur menjadi daerah dengan kenaikan IPH tertinggi. Komoditas utama yang mendorong kenaikan di daerah tersebut meliputi cabai rawit, cabai merah, dan daging sapi.

Amalia menjelaskan bahwa pola kenaikan harga merupakan fenomena musiman yang kerap terjadi menjelang Ramadan, ketika permintaan masyarakat terhadap bahan pangan meningkat.

“Menjelang Ramadan, permintaan terhadap komoditas seperti cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, telur ayam ras, daging sapi, beras, dan bawang merah cenderung meningkat, sehingga berdampak pada pergerakan harga,” jelasnya.

Secara nasional, rata-rata harga cabai rawit hingga pekan keempat Februari 2026 tercatat sebesar Rp70.000 per kilogram, melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) konsumen. Adapun harga rata-rata daging ayam ras berada di angka Rp41.000 per kilogram.

BPS juga mencatat sebanyak 221 kabupaten/kota mengalami kenaikan IPH untuk komoditas cabai rawit. Harga tertinggi tercatat mencapai Rp200.000 per kilogram, sedangkan harga terendah sebesar Rp26.111 per kilogram.

Harga tertinggi ditemukan di sejumlah wilayah Papua, yakni Kabupaten Nduga, Mappi, dan Intan Jaya.

Kenaikan IPH cabai rawit tertinggi terjadi di Kabupaten Situbondo dengan lonjakan mencapai 125,9 persen dan harga saat ini Rp79.991 per kilogram, atau sekitar 40 persen di atas HAP.

Kabupaten Pasuruan juga mencatat kenaikan signifikan sebesar 115 persen dengan harga cabai rawit Rp78.792 per kilogram.

Sementara itu, meskipun harga beras secara nasional relatif stabil, terdapat 114 kabupaten/kota yang tetap mencatat kenaikan IPH pada komoditas tersebut.

BPS menegaskan perlunya perhatian khusus bagi daerah yang mencatat harga di atas HAP dan lonjakan IPH tinggi guna menjaga stabilitas harga pangan selama periode Ramadan.

“Daerah-daerah dengan harga di atas HAP dan kenaikan IPH yang tinggi perlu menjadi perhatian agar stabilitas harga dan pasokan tetap terjaga,” tandasny.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0