174 Orang Meninggal akibat Banjir dan Longsor di Sumatra, 79 Dinyatakan Masih Hilang

Nov 29, 2025 - 16:25
Nov 29, 2025 - 22:38
 0  6
174 Orang Meninggal akibat Banjir dan Longsor di Sumatra, 79 Dinyatakan Masih Hilang
Kepala BNPB (BNPB Indonesia)

KARTANEWS.COM, INDONESIA — Upaya pencarian dan penanganan korban banjir bandang serta tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra terus dilakukan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru pada Jumat sore, mencatat ada 174 orang meninggal dunia dan 79 orang masih hilang di tiga provinsi terdampak, yakni Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.

Kepala BNPB menyampaikan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara mengingat masih ada beberapa wilayah yang belum dapat dijangkau oleh tim penyelamat. 

“Data korban masih bisa bertambah. Kami terus berupaya menembus sejumlah titik terisolasi, terutama area longsoran yang diduga masih terdapat korban,” ujarnya dalam konferensi pers di kanal Youtube BNPB Indonesia pada Jumat (28/11/2025).

Sumatera Utara menjadi provinsi paling terdampak dengan 116 korban meninggal dan 42 orang hilang. Kabupaten Tapanuli Tengah mencatat angka kematian tertinggi, yakni 47 orang, disusul Tapanuli Selatan sebanyak 32 orang. Sementara itu, Aceh melaporkan 35 korban meninggal, 25 orang hilang, dan 8 orang luka-luka. Adapun Sumatera Barat, tercatat 23 korban meninggal, 12 hilang, serta 4 luka-luka.

Membaiknya cuaca di sebagian wilayah belum sepenuhnya mempermudah proses evakuasi. Sejumlah daerah masih terisolasi akibat akses jalan yang putus dan komunikasi yang lumpuh. Tapanuli Tengah menjadi area dengan gangguan komunikasi paling berat, di mana layanan telepon seluler dilaporkan mati total.

Untuk mengatasi hambatan tersebut, BNPB mengerahkan bantuan dari Pemerintah Pusat, termasuk perangkat komunikasi darurat Starlink, genset, serta dukungan alat berat dari Kementerian PUPR. Alutsista TNI/Polri juga dikerahkan untuk mempercepat mobilisasi tim SAR dan distribusi logistik.

Jalur utama Tarutung–Sibolga yang menjadi akses vital di Sumatera Utara masih dalam proses pembukaan oleh satgas gabungan dan ditargetkan dapat kembali dilalui dalam 24 jam ke depan.

BNPB menegaskan bahwa status penanganan bencana tetap berada di tingkat provinsi, namun seluruh dukungan pusat telah dimaksimalkan untuk mempercepat evakuasi, pencarian korban, dan pemulihan di wilayah terdampak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0