Tersandung Masalah Anggaran: Akankah Atlet Berau Tetap Siap Tempur di Porprov?
KARTANEWS.COM, BERAU - Kesiapan Kontingen Atlet Kabupaten Berau menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 di Kabupaten Paser membentur sejumlah kendala, mulai dari persoalan anggaran hingga wacana pengurangan cabang olahraga (cabor).
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Berau, Taufan Majid, menegaskan pentingnya pemusatan latihan (training center/TC) serta uji coba (try out) berkala untuk memaksimalkan potensi para atlet sebelum berlaga di tingkat yang lebih tinggi.
"Kita butuh TC minima 3 bulan lalu try out sebelum bertanding,"ujarnya, Senin (17/08/2026).
Dalam upaya pemenuhan kebutuhan kontingen, KONI Berau memproyeksikan kebutuhan anggaran minimal mencapai Rp10 miliar untuk menopang akomodasi, transportasi, hingga uang saku bagi sekitar 800 personel terdiri dari 711 atlet beserta tim pendamping (ofisial, tim kesehatan, dan media).
Taufan menyampaikan, mengingat adanya keterbatasan anggaran daerah di di Dinas Pemudan dan Olahraga (Dispora), KONI Berau mendorong sinergi lintas sektor menjadi alternatif demi memenuhi kebutuhan atleh dalam berlagadi Porprov yang tidak lama lagi dilaksanakan.
"Kami berharap adanya dukungan penuh dari Pemerintah Daerah, Sekretaris Daerah (Sekda) karena Bupati telah menunjuk sebagai Ketua Tim Kontingen,"ujarnya.
Ia menilai, sektor swasta/perusahaan dapat diajak untuk kontribusi, sebab perusahaan swasta (seperti PT Berau Coal dan mitra lainnya) bisa membantu menutup kekurangan dana sebagaimana keberhasilan pola kerja sama pada Porprov Kutim 2018 lalu. Dengan skema ini fasilitas atlet saat berangkat maupun bertanding tidak mengalami kendala.
"Pada 2018 lalu kita pernah menggunakan sistem ini, dan berhasil,"ucapnya.
Taufan juga menyoroti dinamika teknis pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). KONI Berau secara tegas memprotes rencana pengurangan cabang olahraga (cabor) dari 64 menjadi 50 cabor oleh Panitia Besar (PB) akibat pemotongan dana hibah provinsi.
"Berau menolak eliminasi cabor layar yang berpotensi menyumbang hingga 20 medali emas. Pengurus Layar dan KONI Berau menyatakan siap menjadi tuan rumah mandiri untuk cabor tersebut dengan estimasi efisiensi anggaran sekitar Rp100 juta,"tegasnya.
Dia juga menyayangkan pemangkasan cabor yang sebenarnya dipertandingkan di tingkat PON. KONI menyarankan agar PB Porprov dan Dispora Provinsi mengurangi nomor pertandingan, bukan mencoret cabang olahraganya.
Ia berharap seluruh pihak baik PB Porprov, KONI Provinsi, maupun Dispora dapat duduk bersama mencari solusi terbaik agar ajang Porprov tetap menjadi sarana seleksi dan pemanasan yang efektif menuju PON 2028. (Rein)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0