Langkah Preventif Perumda Batiwakkal Selamatkan Sumber Air dari Ancaman Karhutla

Sep 20, 2026
Langkah Preventif Perumda Batiwakkal Selamatkan Sumber Air dari Ancaman Karhutla

KARTANEWS.COM, BERAU — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak dapat lagi dipandang semata sebagai isu bencana alam atau krisis lingkungan hidup konvensional. Dampak destruktif dari kebakaran vegetasi kini terbukti mampu menjalar hingga merusak fondasi pelayanan publik mendasar, khususnya ketersediaan pasokan air bersih bagi masyarakat luas.

Direktur Perumda Air Minum Batiwakkal Kabupaten Berau, Saipul Rahman, menegaskan bahwa perlindungan ekosistem di sekitar wilayah tangkapan air harus menjadi prioritas utama dalam mitigasi karhutla.

Menurutnya, kerusakan tutupan lahan akibat kebakaran secara langsung merusak kualitas serta kuantitas sumber air baku yang mengandalkan kestabilan alam sekitarnya.

“Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut kondisi sumber air,” tegas Saipul, pada Sabtu (5/09/2026)

Saipul menjelaskan bahwa keberadaan sumber air yang lestari merupakan kunci utama untuk menjamin kontinuitas distribusi air kepada puluhan ribu pelanggan di Kabupaten Berau. Jika daerah aliran sungai atau kawasan resapan air terbakar, vegetasi penahan air akan sirna.

Hal ini berpotensi memicu kekeringan ekstrem saat musim kemarau atau penyumbatan sedimen lumpur yang parah saat hujan tiba, sehingga mengganggu proses pengolahan air bersih secara teknis.

Menghadapi ancaman tersebut, Perumda Batiwakkal terus melancarkan berbagai langkah taktis guna mempertahankan standar mutu dan keterjagaan operasional. Manajemen secara konsisten memetakan potensi gangguan lingkungan yang berisiko menekan kapasitas produksi pengolahan air.

Meski demikian, Saipul menyadari bahwa perlindungan kawasan tangkapan air tidak bisa dibebankan penuh kepada pihak pengelola semata. Perlindungan ekosistem menuntut komitmen kolektif seluruh lapisan masyarakat, terutama dalam menghentikan praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar yang sering menjadi pemantik utama karhutla.

“Kami mengajak masyarakat bersama-sama mencegah kebakaran dan menjaga lingkungan,” pungkasnya.

Kerusakan ekologis di sekitar instalasi air bersih akan memicu dampak berantai yang merugikan publik secara luas. Oleh sebab itu, penyelamatan kawasan hutan dan sumber air dari ancaman api bukan lagi sebatas wacana pelestarian alam, melainkan strategi mutlak demi mempertahankan keberlangsungan hidup masyarakat Kabupaten Berau secara berkelanjutan.(Adv)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
Redaksi Kartanews

Lebih dari sekadar informasi. Kartanews menghadirkan fakta yang akurat, perspektif yang cerdas, dan berita yang berdampak.