Wabup Berau: Tradisi Baturunan Parau Pelengkap Sempurna Wisata Bahari

Sep 20, 2026
Wabup Berau: Tradisi Baturunan Parau Pelengkap Sempurna Wisata Bahari
Wakil Bupati Berau Gamalis bersama Sultan Sambaliung dan jajaran Disbudpar Berau (Kartanews)

KARTANEWS.COM, BERAU – Wakil Bupati Berau Gamalis menyabut, tradisi Baturunan Parau tidak hanya menjadi warisan budaya Suku Banua. Akan tetapi, berpotensi dikembangkan sebagai salah satu daya tarik wisata budaya unggulan di Kabupaten Berau, maupun Kalimantan Timur.

Acara tersebut, digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-216 Kota Tanjung Redeb.

Gamalis menjelaskan bahwa tradisi Baturunan Parau mengandung nilai sosial yang sangat kuat, terutama terkait semangat gotong royong dan kebersamaan antarwarga. Menurutnya, pelestarian adat ini tidak boleh hanya dipandang sebagai ritual lama, melainkan sebagai wadah mempererat silaturahmi dan mengenalkan akar budaya kepada generasi muda.

"Tradisi ini merupakan warisan nenek moyang yang menggambarkan pola hidup saling bergotong royong. Melalui kegiatan ini, masyarakat bisa berkumpul, bersilaturahmi, dan memperkuat persatuan," ujar Gamalis.

Ia menambahkan, kekayaan adat istiadat Banua dapat menjadi pelengkap sektor pariwisata Berau yang selama ini didominasi oleh wisata alam bahari. Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen mendukung pengembangan nilai-nilai budaya lokal agar memiliki daya tarik bagi wisatawan mancanegara maupun domestik.

Dia juga menyampaikan apresiasinya kepada para tokoh adat dan masyarakat Gunung Tabur yang konsisten merawat tradisi leluhur. Peran tokoh adat dinilai sangat krusial dalam menanamkan pengetahuan budaya kepada generasi penerus.

Digelar di Tengah Musim Kemarau

Pelaksanaan tradisi Baturunan Parau tahun ini berlangsung di tengah kondisi kemarau panjang yang melanda wilayah Berau. Situasi tersebut memicu peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta menurunnya kualitas udara akibat kabut asap.

"Kualitas udara kita saat ini belum berada pada status sehat, sehingga menjadi dilema tersendiri bagi pelaksanaan kegiatan luar ruangan. Namun, kita tetap berharap kegiatan budaya seperti ini terus berjalan demi menjaga identitas daerah," ungkap Gamalis.

Mengakhiri penyampaiannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersatu melestarikan nilai-nilai lokal agar tidak tergerus zaman.

"Marilah kita bersama-sama melestarikan dan mengajarkan budaya ini kepada generasi muda. Kita berharap kekayaan budaya Berau tetap terjaga dan memberi manfaat berkelanjutan bagi masa depan," pungkasnya.(Rein) 

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
Redaksi Kartanews

Lebih dari sekadar informasi. Kartanews menghadirkan fakta yang akurat, perspektif yang cerdas, dan berita yang berdampak.