Lewat KRIS 2026, BRIDA Kaltim dan UMKT Hadirkan Invosi Smart Vending Machine Digital
KARTANEWS.COM, SAMARINDA – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Timur bersama Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) menggelar kegiatan Kolaborasi Riset dan Inovasi Strategis (KRIS) 2026.
Kolaborasi ini berfokus pada rancang bangun smart vending machine berbasis Internet of Things (IoT) yang terintegrasi pembayaran digital untuk mendukung distribusi produk UMKM di Kaltim.
Agenda yang berlangsung di Kantor BRIDA Kaltim, Selasa (29/9/2026) ini dihadiri Kepala BRIDA Kaltim Fitriansyah, Kabid Inovasi dan Teknologi BRIDA Kaltim Lenny Syafarina, serta tim peneliti UMKT.
Fitriansyah mengapresiasi inovasi tersebut. Ia mengungkapkan bahwa KRIS 2026 mencakup 21 kegiatan riset kolaboratif yang sebagian besar telah memasuki tahap penyelesaian.
“Dari 21 KRIS, sebagian besar sudah dipresentasikan. Mudah-mudahan yang masih berjalan dapat segera diselesaikan,” ujar Fitriansyah.
Ia menegaskan, pengembangan smart vending machine tidak boleh berhenti pada tahap riset semata. Inovasi ini perlu disempurnakan hingga mencapai Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TRL) yang lebih tinggi agar bernilai komersial.
“Kalau sudah menjadi produk yang menghasilkan, tentu level kesiapterapan teknologinya semakin tinggi. Harapannya, suatu saat ada investor yang tertarik memproduksi alat ini,” jelasnya.
Fitriansyah juga mendorong kolaborasi lanjutan dengan dinas atau perangkat daerah terkait. Menurutnya, keterlibatan instansi pemerintah dapat memperluas pemanfaatan inovasi tersebut demi menyokong ekosistem UMKM lokal.
Di samping kesiapan teknis, perlindungan Kekayaan Intelektual (KI) menjadi poin krusial yang ia ingatkan sebelum produk dilempar ke pasar. Pendaftaran hak cipta maupun paten penting untuk mengamankan hak atas inovasi yang diciptakan.
“Jika nanti dikomersialkan, yang paling utama dikembangkan adalah perlindungan kekayaan intelektualnya. Setelah itu baru kita berani masuk ke tahap komersialisasi,” tegasnya.
Tak hanya itu, tim peneliti diminta melengkapi kajian ekonomi, seperti kalkulasi kebutuhan modal, estimasi keuntungan, hingga Break Even Point (BEP). Analisis pasar dan keunggulan kompetitif dibanding produk sejenis juga perlu dipetakan guna menarik minat calon investor.
“Kami berharap riset ini tidak berhenti di sini, tetapi memberikan dampak nyata dan memperkuat perekonomian daerah maupun nasional, khususnya bagi pengembangan UMKM di Kalimantan Timur,” pungkasnya. (Irla/Red)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0