Kredit Perbankan di Kaltim Meluncur Deras, Tembus 22,8 Persen
KARTANEWS.COM, SAMARINDA – Penyaluran kredit perbankan di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencatatkan kinerja impresif pada triwulan II 2026. Total kredit terdistribusi melonjak pesat hingga 22,8 persen secara tahunan (year-on-year) dengan nilai mencapai Rp223,17 triliun.
Lonjakan ini dinilai menjadi bukti nyata bahwa sektor usaha di Bumi Etam masih bergantung kuat pada pembiayaan perbankan.
Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Kaltim, Bayuadi Hardiyanto, menyatakan bahwa laju pertumbuhan kredit daerah ini berhasil berada di atas rata-rata pertumbuhan nasional. Capaian tersebut sekaligus menunjukkan tren pemulihan yang solid setelah sempat mengalami perlambatan pada periode sebelumnya.
"Pertumbuhan kredit tersebut menunjukkan pembiayaan perbankan masih menjadi salah satu penopang utama aktivitas ekonomi bagi daerah," ungkap Bayuadi dikutip dari Bisnis.com, Minggu (27/09/2026)
Berdasarkan data BI Kaltim, struktur pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh kredit modal kerja yang melesat 42,3 persen (yoy). Sementara itu, kredit investasi turut tumbuh positif sebesar 24,41 persen (yoy).
Ditinjau dari sisi sektoral, penyerapan anggaran pembiayaan tertinggi terjadi pada sektor pertambangan yang meroket hingga 63,5 persen (yoy). Sektor industri pengolahan menyusul di posisi berikutnya dengan pertumbuhan sebesar 43,7 persen (yoy).
Menurut Bayuadi, tingginya permintaan kredit pada kedua bidang tersebut sangat selaras dengan struktur perekonomian Kaltim yang memang didominasi oleh industri ekstraktif serta pengolahan. Di tengah ekspansi kredit yang cukup agresif, kualitas pembiayaan di Kaltim dipastikan tetap berada pada kondisi aman.
"Risiko kredit terpantau sangat terjaga, dibuktikan dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) yang berada di angka rendah, yakni sekitar 1,35 persen,"jelasnya
Secara sebaran spasial, penyaluran kredit tercatat tumbuh positif di seluruh kabupaten dan kota. Meski demikian, aktivitas pembiayaan masih terpusat di Kota Balikpapan dan Samarinda dengan porsi penguasaan mencapai 50 persen dari total kredit se-Kaltim.
Tingginya intermediasi perbankan ini juga tercermin dari rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) Kaltim per Juni 2026 yang menembus 144,47 persen.
Bayuadi menambahkan, perkembangan positif ini harus terus diimbangi dengan penguatan manajemen risiko agar ekspansi kredit dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (Rein/Red)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0