Dapat Dana Investasi 4 Triliun, Pembangunan IKN Terus Bergulir

Oct 24, 2026
Dapat Dana Investasi 4 Triliun, Pembangunan IKN Terus Bergulir
Foto: Humas OIKN

KARTANEWS.COM, NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sektor perumahan serta investasi langsung swasta murni di Glamping IKN, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Rabu (14/10/2026). 

Kesepakatan ini mencakup proyek 8 tower rumah susun (rusun) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) senilai Rp2,629 triliun, serta lima investasi swasta murni di sektor pangan, mebel, komersial, kuliner, olahraga, dan fasilitas penunjang kawasan senilai Rp1,11 triliun.

Sebelumnya, pada 6 Oktober 2026, Otorita IKN juga telah menandatangani PKS proyek KPBU pembangunan 109 rumah tapak ASN bernilai investasi Rp2,819 triliun bersama PT Intiland Development Tbk. 

Kelima pelaku usaha yang terlibat dalam penandatanganan investasi swasta murni meliputi PT Berdikari (Persero), PT Java Teak Indo, PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park, PT Laziz Nusantara Grup, dan PT FYP Karya Perdana.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa pembangunan Nusantara tidak hanya mengandalkan APBN, tetapi juga didukung skema KPBU, investasi swasta, dan hibah. 

"Hari ini kita membuktikan bahwa pembangunan IKN tidak hanya dibiayai oleh APBN. Hari ini juga ada dua KPBU dan lima investasi swasta yang segera akan dimulai pembangunannya. Saya bersyukur karena IKN juga akan memberikan kontribusi terhadap pembukaan lapangan pekerjaan yang saat ini sangat dibutuhkan masyarakat," ujar Basuki dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (24/10/2026).

Kepercayaan tersebut disambut positif oleh Direktur Utama PT Nindya Karya, Firmansyah. Sebagai pemrakarsa proyek 8 tower rusun ASN bersama PT Nindya Estate Management, ia menyatakan komitmennya. 

"Bagi kami, kepercayaan ini merupakan amanah sekaligus komitmen untuk menghadirkan hasil pembangunan yang berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi Otorita IKN, bangsa, dan negara," ungkap Firmansyah. 

Proyek rusun bernilai Rp2,629 triliun ini mencakup 288 unit sarusun berukuran 190 meter persegi di Wilayah Perencanaan (WP) 1A, di atas lahan seluas 6,84 hektare.

Sementara itu, proyek 109 rumah tapak ASN dikelola PT Intiland Development Tbk melalui PT Seratus Sembilan Nusantara di WP 1B KIPP IKN. Proyek bernilai Rp2,819 triliun ini mencakup unit seluas 390 meter persegi di atas lahan 9,17 hektare, dengan masa kerja sama 10 tahun dan ditargetkan rampung pada Triwulan IV 2028.

Di sektor investasi murni, PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park menanamkan modal Rp1 triliun untuk mengembangkan kawasan komersial, apartemen, dan perkantoran Grand Vista Nusantara di KIPP 1B seluas 3,57 hektare. Director PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park, Yang Jinghui, menyampaikan apresiasinya atas kesempatan ini. 

"Kami berterima kasih kepada Otorita IKN dan Indonesia atas kesempatan yang diberikan untuk berinvestasi di Ibu Kota Nusantara. Kami harap pembangunan IKN berjalan semakin cepat, pesat, dan tepat waktu sehingga investor lain dari China akan semakin tertarik datang ke sini," tutur Yang Jinghui.

Selain itu, PT Berdikari (Persero) menginvestasikan Rp177 miliar untuk Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) berkapasitas 140 ribu ekor di WP 3. Di sektor komersial dan penunjang, PT FYP Karya Perdana mengucurkan Rp20 miliar untuk sarana olahraga Teras Padu di KIPP 1A, sedangkan PT Laziz Nusantara Grup menanamkan Rp10 miliar untuk proyek Arabic Resto, gerai gelato, dan gedung serbaguna di KIPP 1B.

Sektor usaha mikro juga turut mengambil peran melalui PT Java Teak Indo yang membangun showroom mebel khas Jepara dan kantor di KIPP 1A senilai Rp1,5 miliar. Keterlibatan ini direspon langsung oleh Bupati Jepara, Witiarso Utomo. 

"Kami dari Pemerintah Kabupaten Jepara berterima kasih sekali kepada Kepala Otorita IKN, yang sudah memberikan kesempatan UMKM kami di Jepara untuk ikut berinvestasi di IKN. Kami dari Jepara walaupun kecil, tetapi diterima di IKN, ini suatu kebanggaan buat kami. Bahwa IKN ini tidak hanya untuk investasi besar, tetapi investasi kecil, untuk masyarakat kami diterima di IKN. Mudah-mudahan dari daerah lain juga ikut berpartisipasi untuk membangun IKN dengan kemampuan masing-masing daerah," kata Witiarso.

Melalui penandatanganan PKS proyek KPBU dan investasi murni tersebut, Otorita IKN optimistis percepatan pembentukan ekosistem di Nusantara dapat terus terwujud. Kehadiran hunian ASN, fasilitas pangan, area komersial, kuliner, olahraga, serta layanan penunjang diharapkan mendorong IKN tumbuh sebagai kota yang semakin lengkap, produktif, dan berkelanjutan. (Tim/Redaksi)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
Redaksi Kartanews

Lebih dari sekadar informasi. Kartanews menghadirkan fakta yang akurat, perspektif yang cerdas, dan berita yang berdampak.