Kawal Transformasi Ekonomi 2045, Pemprov Kaltim Serukan Pemanfaatan Dashboard Digital

Oct 23, 2026
Kawal Transformasi Ekonomi 2045, Pemprov Kaltim Serukan Pemanfaatan Dashboard Digital
Kantor Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Istimewa)

KARTANEWS.COM, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mempertegas komitmennya dalam mempercepat Rencana Transformasi Ekonomi Kaltim 2045. Dalam upaya ini, penguatan tata kelola, keterlibatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta pengalihan ketergantungan dari sektor ekstraktif menjadi fokus utama. 

Poin strategi tersebut dibahas dalam Forum Konsultasi Daerah putaran keempat yang berlangsung di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (20/10/2026).

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, menegaskan bahwa rencana transformasi ekonomi tidak cukup hanya disusun sebagai dokumen kebijakan.

Kebijakan ini harus dibekali mekanisme pengendalian, pembagian peran yang jelas, serta tahapan pelaksanaan yang diukur. 

Oleh karena itu, pemerintah daerah mendorong pemanfaatan dashboard khusus sebagai alat pemantauan agar program prioritas dapat berjalan sesuai rencana.

“Dashboard ini tentu menjadi penting sebagai alat kendali bagi kita terkait bagaimana implementasi rencana transformasi ekonomi ini bisa dilakukan,” ujar Sri Wahyuni.

Ia menjelaskan, pengoperasian dashboard tersebut perlu didukung kelembagaan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Forum lintas sektor yang terdiri atas unsur pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, masyarakat, dan media diharapkan dapat mengawal terlaksananya transformasi ekonomi sekaligus memperkuat koordinasi antarpihak.

Agar rencana periode 2027 hingga 2045 dapat diterjemahkan menjadi program nyata, Sri menekankan pentingnya menentukan prioritas sektor berdasarkan potensi daerah, lokasi intervensi, dan tahapan waktu pelaksanaan. 

Pertumbuhan ekonomi Kaltim dinilai tidak boleh hanya bertumpu pada pembangunan industri berskala besar, namun juga harus membuka ruang luas bagi pengembangan UMKM dan pengolahan produk berbasis sumber daya lokal. Beberapa potensi komoditas yang dibidik antara lain kakao, olahan perikanan, madu, lidi sawit, gula aren, serta rumput laut.

Peluang pasar internasional untuk produk lokal Kaltim sendiri dinilai sangat terbuka. Pengalaman keikutsertaan pada Trade Expo menunjukkan adanya peluang ekspor yang nyata. 

Seperti kerja sama pengembangan kakao fermentasi dengan Jepang serta minat pasar Kamerun terhadap produk olahan perikanan, termasuk ikan asin dan keripik bawis. Potensi tersebut perlu ditindaklanjuti melalui peningkatan kualitas produk, produktivitas, dan kesiapan para pelaku usaha.

Sejalan dengan pengembangan komoditas unggulan, kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi bagian penting dalam proses transformasi.

Kebutuhan tenaga kerja pada sektor-sektor prioritas perlunya dipetakan agar program pendidikan vokasi dan pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri maupun UMKM.

Sri menambahkan, transformasi ekonomi bukan berarti menghentikan sektor pertambangan secara serta-merta, melainkan langkah bertahap untuk mengurangi ketergantungan pada sektor ekstraktif dengan memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi lainnya.

Rencana Transformasi Ekonomi Kaltim 2045 ini disiapkan agar selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dengan Peraturan Gubernur sebagai instrumen pelaksanaan pada tahap awal. 

Melalui penyempurnaan dokumen-dokumen tersebut dan penyerapan masukan dari kabupaten/kota, Pemprov Kaltim berharap pembangunan ekonomi dapat berlangsung lebih inklusif, memanfaatkan potensi lokal, dan membuka kesempatan kerja yang lebih luas.(Tim/Redaksi) 

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
Redaksi Kartanews

Lebih dari sekadar informasi. Kartanews menghadirkan fakta yang akurat, perspektif yang cerdas, dan berita yang berdampak.