Kaltim Tembus 13 Ribu Kasus ISPA Akibat Kabut Asap, Wagub Minta Puskesmas Siaga

Oct 12, 2026
Kaltim Tembus 13 Ribu Kasus ISPA Akibat Kabut Asap, Wagub Minta Puskesmas Siaga
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji (dok.pemprov kaltim)

KARTANEWS.COM, BALIKPAPAN – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menyoroti pentingnya penguatan sinergi lintas sektor dalam menanggulangi dampak bencana ekologis di Kaltim.

Penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga mitigasi kekeringan hingga kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir saat musim hujan.

Seno Aji mengungkapkan, ancaman karhutla berdampak langsung pada kesehatan masyarakat. Berdasarkan laporan khusus periode 27 Juli hingga 15 September 2026, Kaltim mencatat sekitar 13.000 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Bahkan di sejumlah daerah, konsentrasi partikel halus PM2,5 sempat menembus angka 10 hingga 13 kali lipat di atas ambang batas baku mutu udara.

Melihat kondisi tersebut, koordinasi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dinilai mendesak untuk memastikan penanganan medis menyentuh fasilitas kesehatan tingkat dasar.

"Perlu kerja sama yang baik di tingkat OPD, baik provinsi maupun kabupaten/kota, sehingga kesehatan masyarakat akibat karhutla ini dapat tertangani dengan baik sampai ke tingkat puskesmas," tegas Seno Aji.

Selain isu kesehatan, Wagub Kaltim menyoroti penanganan karhutla di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto. Penanganan wilayah ini memerlukan kolaborasi intensif antara Otorita IKN, Pemprov Kaltim, dan Forkopimda.

Seno Aji mendorong Kementerian Kehutanan untuk segera melakukan pengukuran ulang batas kawasan Tahura Bukit Soeharto. Kejelasan batas wilayah ini dinilai vital agar pemantauan dan tindakan penanggulangan oleh Otorita IKN berjalan lebih terukur.

Dampak musim kemarau panjang turut memperparah krisis air. Data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim menunjukkan setidaknya 33 titik sungai yang tersebar di 10 kabupaten/kota mengalami kekeringan.

Wilayah hulu Sungai Mahakam menjadi salah satu prioritas penyaluran bantuan logistik dan air bersih bagi warga terdampak.

Memasuki periode transisi ke musim penghujan, Seno Aji mengingatkan seluruh jajaran pemerintah daerah untuk tidak kendur dalam memetakan potensi bencana susulan, khususnya banjir tahunan.

 "Koordinasi harus terus kita lakukan. Ketika mendekati musim hujan, ancaman bencana banjir juga akan ada di Kalimantan Timur. Ini memerlukan komunikasi aktif antara pemerintah provinsi dan Forkopimda," pungkasnya.

Pemprov Kaltim berharap pendekatan terpadu dan berkesinambungan ini dapat menggeser pola penanganan bencana dari sekadar respons darurat menuju mitigasi risiko jangka panjang demi keselamatan warga Kaltim.(Rein) 

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
Redaksi Kartanews

Lebih dari sekadar informasi. Kartanews menghadirkan fakta yang akurat, perspektif yang cerdas, dan berita yang berdampak.