Ikhsan Haris: Masyarakat Butuh Solusi, Bukan Sekadar Janji!
KARTANEWS.COM, SAMARINDA – Anggota Dewan Pakar Nasional Gerakan Rakyat, M. Ikhsan Haris, menilai kemunculan gerakan politik baru menjadi momentum untuk menjawab kejenuhan masyarakat terhadap partai-partai yang telah lama mapan.
Menurutnya, dibutuhkan masyarakat alternatif yang mampu menghadirkan solusi nyata terhadap permasalahan mendasar, termasuk ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak pada kesehatan serta aktivitas warga.
Pandangan tersebut disampaikan M. Ikhsan Haris saat menanggapi kegiatan konsolidasi organisasi Gerakan Rakyat yang menjadi ruang penguatan gerakan sekaligus upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap alternatif politik baru.
Ia melihat antusiasme dalam konsolidasi tersebut sebagai sinyal bahwa masyarakat mulai mencari wadah baru untuk menyandarkan harapan, terutama ketika permasalahan mendasar yang mereka hadapi belum mencapai penyelesaian yang memadai.
“Alhamdulillah, kita melihat bahwa kegairahan untuk memecah kebuntuan hegemoni partai-partai yang sudah eksis dan mapan itu terlihat. Konsolidasi ini merupakan refleksi bahwa ingin masyarakat menyandarkan harapannya kepada gerakan baru yang membersamai masyarakat,” ujar Ikhsan.
Karhutla Membutuhkan Kebijakan Strategis
Selain menyoroti dinamika politik, M. Ikhsan Haris juga turut menyinggung persoalan karhutla dan dampak asap yang mengancam kesehatan masyarakat. Ia menegaskan bahwa setiap bencana harus dijelaskan secara menyeluruh agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran.
Menurutnya, salah satu aspek penting dalam penanganan bencana adalah kejelasan, termasuk penetapan status bencana. Keputusan tersebut dinilai berpengaruh terhadap arah penanganan dan keterlibatan berbagai pihak dalam mengatasi permasalahan.
“Setiap ada bencana, kita harus melakukan analisis agar pengambilan kebijakan itu strategis. Strategi artinya harus tepat sasaran. Oleh karena itu, yang pertama adalah persoalan kewenangan, yaitu kewenangan menetapkan status bencana tersebut agar tepat sasaran,” katanya.
Ikhsan berpandangan, penetapan status bencana nasional perlu dipertimbangkan dalam konteks penanganan karhutla. Namun penetapan status tersebut perlu didasarkan pada kajian dan kewenangan pihak yang berwenang sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia juga pentingnya penanganan secara berjenjang dengan melibatkan berbagai pihak. Upaya tersebut, menurutnya, tidak boleh hanya fokus pada pemadaman api, tetapi juga harus menyasar akar permasalahan sosial yang menyebabkan karhutla terus berulang.
“Penyelesaiannya harus dilakukan secara berjenjang, tetapi semua pihak harus diberi kesempatan untuk bersama-sama memberantas akar permasalahan sosial karhutla ini. Ini persoalan klasik,” ujarnya.
Gerakan Baru Harus Menjawab Kebutuhan Dasar
Ikhsan menilai kemunculan partai atau gerakan politik baru harus dibarengi kemampuan membaca kejenuhan publik terhadap siklus politik yang dinilai belum sepenuhnya menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
Menurutnya, persoalan lingkungan seperti karhutla dapat menjadi ujian bagi gerakan politik baru dalam membuktikan keberpihakannya kepada masyarakat. Sebab, dampak bencana tidak hanya berkaitan dengan persoalan lingkungan, tetapi juga menyentuh kesehatan, kenyamanan, dan keberlangsungan aktivitas sehari-hari warga.
Ia mengingatkan bahwa masyarakat tidak menuntut sesuatu yang berlebihan. Hal mendasar yang mereka harapkan adalah perlindungan dari dampak bencana, udara yang tidak membahayakan pernapasan, serta kesempatan menjalankan aktivitas tanpa gangguan ancaman secepatnya.
“Masyarakat tidak aneh-aneh. Masyarakat hanya ingin mereka tidak terganggu pernapasannya, tidak terdampak, dan bisa beraktivitas tanpa gangguan ancaman-ancaman seperti ini,” kata Ikhsan.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa keberadaan gerakan politik baru perlu diukur melalui kemampuan menanggapi persoalan konkret yang dihadapi masyarakat, bukan semata-mata melalui konsolidasi organisasi atau wacana politik.
Bagi Gerakan Rakyat, tantangan ke depan adalah menerjemahkan aspirasi publik menjadi gagasan, kebijakan, dan langkah nyata yang dapat menjawab permasalahan masyarakat, termasuk penanganan karhutla yang berulang dan dampaknya terhadap kehidupan warga. (IRLA/ERNI)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0