Gedor Ekosistem IKN, Otorita Resmi Teken Kontrak Investasi dan KPBU Perumahan

Oct 15, 2026
Gedor Ekosistem IKN, Otorita Resmi Teken Kontrak Investasi dan KPBU Perumahan
Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Investasi di IKN (dok.OIKN)

KARTANEWS.COM, NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta investasi langsung swasta murni di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Rabu (14/10/2026). 

Kerjasama ini mempertegas komitmen pemerintah bahwa pembangunan ibu kota baru tidak semata-mata mengandalkan APBN, melainkan turut menggerakkan partisipasi aktif dari sektor swasta hingga pelaku usaha daerah.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa masuknya para investor menjadi bukti nyata percepatan pembangunan ekosistem Nusantara yang inklusif sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat. 

“Hari ini kita membuktikan bahwa pembangunan IKN tidak hanya dibiayai oleh APBN. Saya bersyukur karena IKN juga akan memberikan kontribusi terhadap pembukaan lapangan pekerjaan yang saat ini sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar Basuki saat memberikan keterangan resmi.

Pada sektor perumahan Aparatur Sipil Negara (ASN), OIKN mengamankan dua proyek KPBU berskala besar. Pertama, pembangunan 8 tower rumah susun di Wilayah Perencanaan 1A senilai Rp2,629 triliun yang diprakarsai oleh PT Nindya Karya bersama PT Nindya Estate Management untuk menyediakan 288 unit hunian.

Direktur Utama PT Nindya Karya, Firmansyah, menyampaikan komitmennya dalam proyek ini. “Bagi kami, kepercayaan ini merupakan amanah sekaligus komitmen untuk menghadirkan hasil pembangunan yang berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi Otorita IKN, bangsa, dan negara,” tegas Firmansyah. 

Proyek kedua adalah 109 rumah tapak ASN di WP 1B oleh PT Intiland Development Tbk bernilai Rp2,819 triliun yang ditargetkan rampung pada Triwulan IV 2028.

Selain hunian, lima pelaku usaha mengucurkan investasi swasta murni senilai total Rp1,11 triliun untuk melengkapi fasilitas penunjang kawasan. PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park menanamkan modal Rp1 triliun untuk menggarap kawasan terpadu Grand Vista Nusantara. 

Di sektor pangan, PT Berdikari (Persero) menginvestasikan Rp177 miliar untuk proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi. Sementara itu, PT FYP Karya Perdana mengembangkan sarana olahraga Teras Padu senilai Rp20 miliar, dan PT Laziz Nusantara Grup mengucurkan Rp10 miliar untuk kuliner serta gedung serbaguna.

Dukungan terhadap UMKM terlihat dari langkah PT Java Teak Indo yang menginvestasikan Rp1,5 miliar untuk showroom mebel khas Jepara. Bupati Jepara, Witiarso Utomo, mengapresiasi kesempatan ini. 

“Kami dari Jepara walaupun kecil, tetapi diterima di IKN, ini suatu kebanggaan buat kami. Bahwa IKN ini tidak hanya untuk investasi besar, tetapi investasi kecil, untuk masyarakat kami diterima di IKN,” ungkap Witiarso.(Rein) 

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
Redaksi Kartanews

Lebih dari sekadar informasi. Kartanews menghadirkan fakta yang akurat, perspektif yang cerdas, dan berita yang berdampak.