Jalan Tol IKN Diproyeksikan Beroperasi pada Libur Natal dan Tahun Baru 2027
KARTANEWS.COM, NUSANTARA — PT Hutama Karya (Persero) membidik pengoperasian fungsional Ramp 2 Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) saat momentum libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Jalur penghubung ini disiapkan guna memangkas jalur pengendara dari Samarinda menuju IKN agar tak lagi berputar melewati Gerbang Tol Manggar.
Project Manager PT Hutama Karya Jabnes Satria menyampaikan bahwa perampungan jalur tersebut menjadi prioritas utama demi menunjang kelancaran mobilitas warga pada masa liburan akhir tahun.
“Fokus pengerjaan pada Paket 3 terus dipacu demi mendukung pengoperasian fungsional Nataru di area Balikpapan serta Samarinda, terutama Ramp 2 sebagai akses langsung Samarinda - IKN yang kami targetkan siap digunakan,” kata Satria dikutip dari Bisnis.com
Pihak manajemen bersama tim proyek Hutama Karya menerangkan bahwa skema arus lalu lintas yang dirancang tak jauh berbeda dibanding pembukaan jalur sementara pada musim Lebaran lalu. Perbedaannya terletak pada pengintegrasian akses dari arah Samarinda.
“Ke depan, masyarakat dari arah Samarinda yang hendak mengarah ke IKN dapat langsung melintas via Ramp 2 tanpa perlu berputar keluar menuju Manggar terlebih dahulu,” terangnya.
Kendati demikian, rampungnya tahapan konstruksi tidak serta-merta menjadi jaminan pasti tanggal peresmiannya. Kepastian waktu serta skema teknis pengoperasian sementara ruas tol tersebut sepenuhnya masih menanti keputusan resmi dari pihak regulator.
Hutama Karya melaporkan bahwa fisik pengerjaan Tol IKN Segmen 5B telah tuntas 100%. Paket ini dijadwalkan masuk tahap serah terima pertama (provisional hand over/PHO) pada Oktober 2026.
Di samping itu, Jabnes menjelaskan pembebasan lahan untuk proyek yang sedang berjalan sudah menembus angka 97%. Walau sisa lahan masih dalam penanganan, pihaknya menjamin hal itu tak bakal merintangi agenda pembukaan fungsional pada periode Nataru.
“Realisasi pembebasan lahan kini sudah berada di angka 97%, sedangkan 3% sisanya tengah diselesaikan. Hambatan lahan ini kami pastikan tidak mengganggu kelancaran operasional sementara jalan tol pada momen libur Natal dan Tahun Baru,” jelasnya.
Capaian pembebasan lahan tersebut berkaitan erat dengan pengerjaan Tol IKN Seksi 3A2. Sementara itu, progres fisik paket tersebut tercatat telah mencapai 91,42%.
Oleh karena itu, hasil konstruksi pada Segmen 5B perlu dibedakan dari pemenuhan target di Segmen 3A2. Jabnes mengimbuhkan bahwa sisa pekerjaan yang belum usai dipatok rampung penuh pada 2027.
“Sisa pengerjaan selebihnya ditargetkan selesai pada tahun 2027,” ungkapnya.
Di luar urusan penyambungan jalur, Hutama Karya turut berhadapan dengan tantangan kondisi geologi dalam pembangunan Tol IKN. Jabnes menyebutkan keberadaan batuan clay shale serta struktur tanah berpasir pada area lereng membutuhkan teknik penanganan khusus demi menjamin stabilitas tebing.
Ia menambahkan, material clay shale memiliki karakteristik sangat keras pada kedalaman tertentu, namun sifatnya dapat berubah drastis sewaktu tersingkap dan terpapar cuaca luar.
“Akan tetapi, sewaktu lapisan tanah ini terbuka akibat penggalian serta terkena paparan udara dan hujan deras, sifatnya langsung melunak menjadi serpihan rapuh dan amat riskan,” jelasnya.
Guna mengantisipasi potensi bahaya tersebut, perseroan menerapkan penguatan lereng menggunakan teknik soil nailing dan shotcrete, serta mengaplikasikan geocell yang dipadukan bersama tanaman vegetasi lokal.
“Kami turut memasang geocell untuk mengunci struktur permukaan tanah, yang dilanjutkan dengan penanaman vegetasi lokal supaya tebing menjadi hijau, kokoh, dan stabil,” tandasnya.
Mengenai pondasi bangunan, ia memaparkan bahwa pihak penyedia jasa memanfaatkan bored pile beton bertulang melalui serangkaian pengujian teknis, seperti PDA Test dan CSL Test, sebelum pengerjaan struktur di atasnya dikerjakan.
“Kami memastikan setiap tahap pengerjaan wajib memenuhi standar mutu; apabila lapisan dasar tak memenuhi syarat pengujian, maka mutlak dibongkar dan diperbaiki dari awal,” tegasnya.
Selain memperketat kontrol kualitas fisik, tim lapangan juga menggiatkan pemeriksaan kondisi kesehatan para pekerja sebelum beraktivitas. Kegiatan rutin ini mencakup pengecekan tekanan darah, pembagian masker, hingga penyaluran suplemen vitamin guna menjaga kebugaran fisik pekerja di tengah cuaca yang kerap berubah-ubah.(Tim/Redaksi)
Sumber: Bisnis.com
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0