ITS Raih Gelar Juara Umum pada Ajang KRTI 2026 di IKN

Sep 27, 2026
ITS Raih Gelar Juara Umum pada Ajang KRTI 2026  di IKN
KTRI di IKN (OIKN)

KARTANEWS.COM, NUSANTARA – Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) memboyong piala bergilir Danadyaksa Dirgantara setelah dinobatkan sebagai juara umum Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026. ITS berhasil mengungguli 94 tim mahasiswa dari 43 perguruan tinggi se-Indonesia dalam ajang yang digelar di Ibu Kota Nusantara (IKN), 21–25 September 2026.

​Penyerahan piala dilakukan oleh Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono bersama Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendiktisaintek Beny Bandanadjaja, Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Agus Rubiyanto, serta Koordinator Dewan Juri Mona Arif Muda pada malam penganugerahan, Jumat (25/9/2026).

​Selama lima hari kompetisi, para peserta menguji kemampuan merancang, mengembangkan, dan mengoperasikan wahana udara nirawak (Unmanned Aerial Vehicle/UAV) pada lima divisi: Racing Plane, Fixed Wing, Vertical Take Off Landing (VTOL), Long Endurance Low Altitude (LELA), dan Technology Development.

​Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengapresiasi suksesnya gelaran KRTI 2026 dan berharap IKN kembali dipercaya menjadi tuan rumah pada 2027.

​“Terima kasih Pak Rektor ITK dan Pak Direktur Belmawa. Semua tampak senang. Terima kasih atas ajang ini, dan mohon maaf jika ada kekurangan dalam penyambutan kami. Semoga kita bertemu lagi di KRTI 2027,” ujar Basuki, sebagimana keterangan resminya melalui website IKN. 

​Sementara itu, Rektor ITK Agus Rubiyanto menilai KRTI bukan sekadar ajang perburuan trofi, melainkan wahana pengujian gagasan dan inovasi teknologi penerbangan tanpa awak. Menurutnya, inovasi mahasiswa ini sangat relevan dengan pembangunan IKN sebagai kota yang pintar, hijau, dan berkelanjutan (smart, green, and sustainable city).

​“Penguasaan teknologi udara nirawak sangat krusial dalam mewujudkan kota masa depan. Harapan kami, para mahasiswa membawa semangat inovasi serta konsep smart and forest city IKN ini ke kampus masing-masing,” ungkap Agus.

​Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Belmawa Kemendiktisaintek Beny Bandanadjaja menekankan bahwa KRTI menjadi ruang tempaan bagi mahasiswa untuk memecahkan masalah, bekerja dalam tim, serta beradaptasi dengan dinamika kondisi lapangan yang kerap berbeda dari simulasi kampus.

​Beny berharap teknologi yang dirancang tidak berhenti sebagai karya kompetisi semata, melainkan terus disempurnakan hingga memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.

​“Hal ini sejalan dengan semangat 'Kampus Berdampak'. Kehadiran mahasiswa dituntut mampu menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat, bukan hanya berprestasi di arena kompetisi, melainkan juga mengaplikasikan pengetahuan, keterampilan, dan teknologinya secara nyata,” pungkasnya. (Rein) 

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
Redaksi Kartanews

Lebih dari sekadar informasi. Kartanews menghadirkan fakta yang akurat, perspektif yang cerdas, dan berita yang berdampak.