Terendah di Kaltim, Inflasi Berau Maret 2026 Terkendali di Angka 2,38 Persen
KARTANEWS.COM, BERAU – Kabupaten Berau berhasil mencatatkan angka inflasi tahunan (year-on-year) terendah di Provinsi Kalimantan Timur pada periode Maret 2026.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Bumi Batiwakkal berada di angka 2,38 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 110,95.
Secara bulanan (month-to-month), Berau mencatatkan inflasi sebesar 0,76 persen, sementara inflasi tahun kalender (year-to-date) terpantau stabil di angka 0,60 persen.
Kenaikan inflasi tahunan ini didorong oleh lonjakan di beberapa kelompok pengeluaran. Sektor perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang tertinggi dengan kenaikan drastis mencapai 14,14 persen.
Disusul oleh kelompok penyediaan makanan dan minuman (restoran) sebesar 3,40 persen, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,14 persen.
Sejumlah komoditas utama yang memberikan andil terhadap kenaikan harga di antaranya adalah emas perhiasan, tarif listrik, daging ayam ras, rokok, berbagai jenis ikan, beras, hingga bawang merah.
Di sisi lain, tren positif terlihat pada kelompok transportasi yang mengalami deflasi sebesar 1,51 persen, serta penurunan harga pada perlengkapan rumah tangga dan sektor rekreasi.
Menanggapi capaian tersebut, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menyatakan bahwa posisi Berau sebagai daerah dengan inflasi terendah di Kaltim merupakan bukti efektivitas langkah-langkah pengendalian harga di lapangan.
“Ini menjadi indikator bahwa pengendalian inflasi di Berau berjalan efektif. Namun demikian, kami tetap waspada terutama terhadap komoditas pangan yang sangat memengaruhi daya beli masyarakat,” ujar Bupati Sri Juniarsih
Guna menjaga stabilitas ini, Pemerintah Kabupaten Berau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor.
Fokus utama tetap pada pengawasan ketersediaan pasokan pangan dan kelancaran distribusi barang.
“Kami akan terus bersinergi dengan seluruh pihak agar stabilitas harga tetap terjaga. Jika diperlukan, pelaksanaan operasi pasar akan terus dilakukan agar inflasi tetap terkendali dan tidak membebani masyarakat,” pungkasnya.
Secara umum, meski terdapat tekanan dari kelompok konsumsi harian dan komoditas bernilai tinggi seperti emas, kondisi ekonomi di Kabupaten Berau dinilai masih berada dalam koridor yang terkendali.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0