Rakor Darurat Bencana Sumatra: Tapanuli Tengah dan Sibolga Terisolasi Total, Ratusan Korban Jiwa Terdampak

Nov 30, 2025 - 17:12
Nov 30, 2025 - 20:34
 0  8
Rakor Darurat Bencana Sumatra: Tapanuli Tengah dan Sibolga Terisolasi Total, Ratusan Korban Jiwa Terdampak
(YouTube/@BNPB Indonesia)

KARTANEWS.COM, SUMATERA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) darurat untuk mengevaluasi dan mempercepat penanganan bencana di tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).

Fokus utama penanganan darurat kini tertuju pada wilayah Sumatra Utara, khususnya Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kota Sibolga, yang dilaporkan terisolasi total akibat kerusakan infrastruktur yang masif.

Kepala BNPB, Suharyanto melaporkan bahwa hingga saat ini, jumlah korban jiwa di Sumut mencapai 172 orang meninggal dan 147 orang hilang. Isolasi Tapteng dan Sibolga menjadi kendala terbesar.

Jalur darat dari Tapanuli Utara menuju Sibolga terputus total karena longsor yang membentang hampir 50 kilometer dan hanya bisa ditembus oleh alat berat secara bergantian karena sempitnya jalur. Diperkirakan butuh waktu minimal 3 hingga 4 hari lagi bagi Satgas Gabungan TNI/Polri dan Kementerian PUPR untuk membuka akses sepenuhnya.

"Tapanuli Tengah hanya bisa dicapai lewat udara, sementara Sibolga lewat laut. Kami sudah mengerahkan enam helikopter dan satu KRI dari Jakarta untuk mendistribusikan logistik," ujar Suharyanto, dalam rakor penanganan darurat bencana di 3 Provinsi: Aceh, Sumut, dan Sumbar pada (30/11/2025) sebagaimana yang dilansir dari media resmi BNPB Indonesia.

Terkait insiden viral mengenai pengambilan bahan makanan di Sibolga, BNPB mengklarifikasi bahwa tindakan tersebut dilakukan oleh warga yang khawatir akan ketersediaan pangan di tengah isolasi, bukan bersifat penjarahan dan perusakan.

Adapun situasi di Aceh, tantangan utamanya adalah banyaknya jalur darat yang terputus, mulai dari perbatasan Sumut hingga ke kawasan Lhokseumawe dan Bener Meriah. BNPB mencatat 54 jiwa meninggal dan 55 jiwa hilang di Aceh. Namun, Bandara Lhokseumawe kini telah dibuka terbatas, memungkinkan masuknya 13 ton bantuan kargo.

Sementara itu, di Sumatra Barat, situasi dinilai relatif lebih terkendali karena akses logistik dapat disuplai melalui jalur darat. Meskipun demikian, jumlah korban jiwa bertambah menjadi 90 orang meninggal yang didominasi daerah wilayah Agam.

Menko PMK menegaskan instruksi Presiden untuk mengerahkan seluruh kekuatan nasional dalam tanggap darurat, mulai dari evakuasi, logistik, kesehatan, hingga pemulihan infrastruktur.

TNI/Polri mengerahkan sekitar 2.000 personel di Sumatra, termasuk satuan Brimob untuk pengamanan logistik di Tapteng dan Sibolga guna mencegah gangguan Kamtibmas.

Kementerian PUPR menurunkan 52 unit alat berat dan menyiapkan pemasangan jembatan Bell untuk 17 titik kritis dan 3 jembatan putus.

Komunikasi didukung dengan penambahan alat internet Starlink di daerah terisolasi untuk memastikan informasi dan koordinasi berjalan lancar.

"Kami akan dukung bagaimana sumber daya dikerahkan lebih besar, tetapi juga sinergis di lapangan," kata Menko PMK.

Pemerintah juga berkomitmen meningkatkan transparansi dengan memberikan pembaruan informasi kepada publik tiga kali sehari, yakni pada pagi hari (rencana), siang hari (progres), dan malam hari (evaluasi). (AUNI)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0