Menuju Operasional Mei 2026, Dinkes Berau Genjot Pengadaan Alat Kesehatan

Penulis: Tsy | Editor: Dewi

Mar 31, 2026 - 15:21
 0  3
Menuju Operasional Mei 2026, Dinkes Berau Genjot Pengadaan Alat Kesehatan
Gedung Walet RSUD dr. Abdul Rivai Berau

KARTANEWS.COM, BERAU - Upaya percepatan operasional rumah sakit baru di Kabupaten Berau terus digenjot Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat. Targetnya, fasilitas layanan kesehatan tersebut sudah dapat difungsikan pada Mei 2026.

Saat ini, penyiapan infrastruktur pendukung menjadi prioritas utama, terutama dalam hal pengadaan alat kesehatan. Komponen ini dinilai krusial karena berkaitan langsung dengan kualitas pelayanan medis yang akan diberikan kepada masyarakat.

Kepala Dinkes Berau, Lamlay Sarie, menyebut progres keseluruhan persiapan telah berada di kisaran 60 persen. Namun, capaian tersebut masih bersifat umum lantaran sejumlah tahapan masih berlangsung secara simultan, termasuk administrasi dan proses pengadaan.

Ia menuturkan, pengadaan alat kesehatan menjadi pekerjaan yang cukup kompleks. Selain jumlahnya yang banyak, setiap item harus melalui proses lelang dengan standar ketelitian tinggi agar sesuai dengan spesifikasi teknis dan aturan yang berlaku.

“Prosesnya sudah berjalan, termasuk lelang pengadaan. Tetapi karena jenis alatnya sangat beragam dan jumlahnya tidak sedikit, semuanya dilakukan bertahap. Kami tetap mengacu pada target yang sudah ditetapkan, yakni bulan Mei,” kata Lamlay.

Di sisi lain, Dinkes juga memperkuat sinergi dengan berbagai pihak. Mulai dari unit pengadaan hingga pengelola rumah sakit, semuanya dilibatkan untuk memastikan kelengkapan dokumen operasional. Setidaknya terdapat sekitar 25 dokumen utama yang harus dipenuhi sebelum rumah sakit dapat beroperasi.

Tak hanya soal sarana dan prasarana, pemenuhan tenaga kesehatan juga menjadi perhatian. Dinkes Berau saat ini tengah menjajaki komunikasi intensif dengan Kementerian Kesehatan terkait peluang penambahan tenaga medis.

Lamlay mengungkapkan, peluang tersebut cukup terbuka lebar. Namun, ia menekankan bahwa seluruh persyaratan administratif tetap harus dilengkapi sebagai dasar pengajuan.

“Kami melihat peluangnya cukup besar karena komunikasi sudah dilakukan. Tapi yang paling penting, seluruh dokumen wajib dipenuhi. Itu menjadi syarat utama yang tidak bisa diabaikan,” ujarnya.

Proyek rumah sakit ini merupakan hasil kerja sama lintas pemerintahan, melibatkan pemerintah daerah hingga pusat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memastikan operasional rumah sakit berjalan lancar tanpa terkendala persoalan teknis maupun administratif.

Sebagai bentuk transparansi, Dinkes Berau berencana memaparkan perkembangan terbaru secara lebih rinci kepada publik pada awal April mendatang. Langkah ini diharapkan dapat memberikan gambaran utuh mengenai kesiapan operasional rumah sakit. Lamlay menegaskan pihaknya akan terus mengawal seluruh tahapan yang sedang berjalan. 

“Kami memastikan semua persyaratan dipenuhi sesuai ketentuan. Masyarakat perlu melihat proses ini secara menyeluruh agar memahami progres yang ada,” tutupnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0