Krisis Kesehatan Pascabencana di Sumatera: ISPA dan Penyakit Kulit Dominasi Ribuan Kasus

Dec 5, 2025 - 19:53
Dec 5, 2025 - 20:13
 0  3
Krisis Kesehatan Pascabencana di Sumatera: ISPA dan Penyakit Kulit Dominasi Ribuan Kasus
(Kompas.com)

KARTANEWS.COM, INDONESIA  – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI merilis data terbaru mengenai kondisi kesehatan korban bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (5/12/2025).

Berdasarkan data yang dirilis di akun resminya, Kemenkes mencatatkan bahwa ribuan pengungsi mulai terserang penyakit pasca-bencana dengan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan penyakit kulit, sangat mendominasi di pos-pos kesehatan.

Laporan Kemenkes menunjukkan bahwa Sumatera Utara menjadi wilayah dengan jumlah kasus penyakit tertinggi. Sejauh ini, lebih dari 2.824 warga di provinsi tersebut mengalami penyakit kulit, disusul 2.436 kasus ISPA, serta 738 kasus influenza-like illness (ILI). Kondisi lingkungan yang lembap, keterbatasan sanitasi, dan genangan air menjadi faktor pemicu dominan meningkatnya keluhan tersebut.

Sedangkan di Aceh, keluhan kesehatan yang muncul didominasi penyakit kulit dengan 238 kasus, diikuti 126 kasus ISPA, serta 49 kasus diare. Sebagian besar kasus ditemukan di wilayah pengungsian yang mengalami keterbatasan air bersih dan keterlambatan suplai sanitasi akibat akses yang masih terputus.

Sementara itu, Sumatera Barat mencatat peningkatan kasus yang relatif lebih kecil, namun tetap signifikan terhadap kondisi kesehatan publik. Provinsi tersebut melaporkan 181 kasus ISPA, 131 kasus demam, serta 103 kasus hipertensi. Sejumlah kasus lain berupa infeksi kulit, alergi, flu, nyeri otot, sakit kepala, vertigo, dan gangguan lambung turut dipantau oleh tenaga kesehatan yang bertugas.

Kemenkes menilai bahwa pola kasus di tiga provinsi tersebut menunjukkan risiko tinggi penyebaran penyakit pascabencana. Penyakit lingkungan seperti diare, leptospirosis, dan infeksi saluran napas dinilai berpotensi meningkat apabila hujan ekstrem terus berlangsung dan sarana sanitasi belum pulih.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Kemenkes dan Dinas Kesehatan di masing-masing provinsi telah mengaktifkan Health Emergency Operation Center (HEOC) sebagai pusat koordinasi penanganan kesehatan darurat. Melalui HEOC, tenaga medis pemerintah dan non-pemerintah diarahkan untuk bekerja secara terstruktur sebelum memberikan pelayanan kesehatan di lapangan.

Tenaga kesehatan cadangan telah dikerahkan, termasuk tim manajemen krisis, dokter, perawat, ahli gizi, dan sanitarian. Petugas dilengkapi dengan fasilitas kesehatan di posko terdampak dan di posko kesehatan utama, termasuk penguatan layanan di RSUD Lubuk Basung dan RSUD Sikaping yang menerima dukungan tenaga medis dari Makassar dan Palembang.

Dukungan logistik kesehatan juga dipercepat sejak hari pertama bencana. Kemenkes telah mengirimkan obat-obatan, perlengkapan kebersihan, alat penjernih air, kelambu, hygiene kit, baby kit, hingga dukungan nutrisi untuk balita dan ibu hamil. 

Bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) telah dialokasikan ke seluruh kabupaten dan kota terdampak untuk menjaga kondisi gizi kelompok rentan selama masa darurat. Selain itu, perangkat komunikasi satelit dan generator listrik turut dikirim untuk menjaga operasional layanan kesehatan di daerah yang terisolasi.

Dari sisi provinsi, Dinas Kesehatan Sumatera Barat menyampaikan bahwa tim kesehatan lingkungan terus memantau ketersediaan air bersih, kebutuhan toilet portabel, serta risiko penyakit yang dapat muncul setiap hari. Masyarakat dengan kondisi medis khusus, termasuk pasien cuci darah dan pasien yang mengonsumsi obat rutin, diminta segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan layanan yang berkesinambungan.

Kemenkes menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat pelayanan kesehatan darurat dan pengendalian penyakit, sambil memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses layanan medis, terutama di wilayah dengan angka kasus tertinggi, seperti di Sumut dan Aceh. (AUNI)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0