10 Hari Terombang-ambing di Laut, Nelayan di Bontang Kembali dengan Selamat

Apr 3, 2026
10 Hari Terombang-ambing di Laut, Nelayan di Bontang Kembali dengan Selamat
Proses evakuasi nelayan di bontang yang terombang-ambing di laut (warga)

KARTANEWS.COM, BONTANG – Kisah dramatis datang dari seorang nelayan asal Bontang, Saharuddin (39) yang berhasil kembali ke daratan setelah dinyatakan hilang selama 10 hari di lautan. Dengan kondisi fisik yang melemah akibat dehidrasi berat, ia berhasil menyandarkan kapalnya pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 12.00 WITA.

​Perjuangan Saharuddin bukan sekadar melawan gelombang, melainkan uji nyali dan kreativitas di tengah situasi genting. Di tengah cuaca buruk, tongkat kemudi kapalnya patah, membuatnya kehilangan kendali.

Namun, naluri bertahan hidup membawanya pada solusi darurat. Ia mengikat bagian kemudi yang patah dengan karet agar mesin tetap bisa mengarahkan kapal.

​“Mesinnya masih hidup, tapi kemudinya patah. Jadi diikat pakai karet supaya tetap bisa jalan,” ungkap Nasriani, istri Saharuddin, menceritakan detik-detik perjuangan suaminya.

Ancaman terbesar bagi Saharuddin bukanlah kelaparan, melainkan habisnya stok air bersih. Dalam kondisi terdesak dan fisik yang semakin terkuras, ia terpaksa meminum air laut (air asin) untuk sekadar membasahi tenggorokan.

Keputusan ini, meski membantunya bertahan sesaat, justru membuat kondisi tubuhnya semakin menurun drastis.

​Selama masa hilangnya, Saharuddin sempat terseret arus hingga ke perairan Balikpapan. Ia bahkan sempat mencoba membuntuti kapal lain menuju arah Samarinda dengan harapan segera sampai ke rumah. 

Namun, kesalahan navigasi membuatnya sempat kembali hanyut sebelum akhirnya benar-benar mencapai daratan Bontang seorang diri.

Pihak keluarga yang sebelumnya telah melapor ke BPBD dan berkoordinasi dengan Tim SAR Balikpapan mengaku sangat bersyukur atas kepulangan Saharuddin.

Meski sempat enggan dibawa ke fasilitas medis, keluarga bersikeras agar ia mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

​“Awalnya mau di rumah saja, tapi saya paksa ke rumah sakit karena kondisinya sangat lemas,” tambah Nasriani.

Hingga saat ini, Saharuddin masih menjalani masa pemulihan akibat dehidrasi dan kelelahan hebat. Ia mengaku masih merasakan sensasi "oleng" khas gelombang laut meski sudah berada di daratan.

Kisah ini menjadi pengingat bagi para nelayan akan pentingnya kesiapan alat keselamatan dan cadangan logistik saat melaut, mengingat risiko yang tak terduga di tengah samudera. 

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0