Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi Gratis Bersertifikat BNSP, Simak Ketentuannya Pendaftaran Batch 1 Dimulai
Penulis: Mursyidah Auni | Editor: Dewi
KARTANEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggulirkan Program Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 dengan sasaran sekitar 70 ribu peserta di seluruh Indonesia.
Program akan dilaksanakan dalam tiga gelombang pelatihan, masing-masing diikuti sekitar 20 ribu peserta.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyatakan program ini merupakan bagian dari strategi peningkatan kualitas dan daya saing angkatan kerja nasional.
“Seluruh rangkaian pelatihan disediakan secara gratis oleh pemerintah. Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, serta etos kerja peserta, baik untuk bekerja maupun berwirausaha,” ujarnya dikutip dari situs resmi Setneg, Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, desain pelatihan mengedepankan prinsip link and match dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), sehingga lulusan memiliki keterampilan yang relevan dengan permintaan pasar kerja.
“Konsep yang digunakan adalah keselarasan dengan kebutuhan industri. Dengan demikian, lulusan pelatihan diharapkan dapat langsung terserap dan memenuhi tuntutan dunia kerja,” tambahnya.
Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 dilaksanakan serentak di 21 Unit Pelaksana Teknis Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (UPT BPVP) serta 13 Satuan Pelayanan (Satpel) Kemnaker yang tersebar di berbagai daerah.
Peserta yang lolos seleksi akan memperoleh sejumlah fasilitas, antara lain pelatihan tanpa biaya, makan siang, bantuan transportasi, serta perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Selain itu, peserta akan mendapatkan sertifikat pelatihan dari BPVP dan Sertifikat Kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Adapun fasilitas asrama disediakan sesuai kriteria dan kapasitas masing-masing balai pelatihan.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli menjelaskan bahwa program ini terbuka bagi masyarakat berusia minimal 17 tahun yang telah memiliki akun pada platform SIAPkerja.
“Khusus untuk Batch 1, prioritas diberikan kepada lulusan SMA/SMK/MA sederajat tahun 2023 hingga 2025. Kebijakan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pasar kerja sekaligus memastikan program tepat sasaran,” ujarnya.
Ia menambahkan, program ini melengkapi kebijakan penguatan sumber daya manusia, termasuk Program Pemagangan Nasional yang menyasar lulusan perguruan tinggi.
“Selain program pemagangan untuk lulusan perguruan tinggi, kami juga menghadirkan alternatif pelatihan bagi lulusan SMA/SMK agar memiliki kompetensi yang siap pakai,” katanya.
Pada gelombang pertama, bidang pelatihan yang dibuka meliputi teknologi informasi dan komunikasi, kewirausahaan, manufaktur, otomotif, pariwisata, serta konstruksi.
Jenis pelatihan yang ditawarkan antara lain Internet of Things (IoT), instalasi panel surya, pengelasan, pengoperasian mesin computer numerical control (CNC), otomasi industri, kendaraan listrik, cyber security, digital marketing, smart farming, hingga pengolahan pangan industri.
Pendaftaran dan seleksi peserta Batch 1 dilakukan secara daring melalui laman skillhub.kemnaker.go.id dengan jadwal sebagai berikut:
- 23 Februari–6 Maret 2026: registrasi dan pendaftaran
- 9–15 Maret 2026: proses seleksi peserta
- 16 Maret 2026: pengumuman hasil seleksi
- 1 April 2026: pelaksanaan pelatihan dimulai
Pemerintah berharap program ini dapat memperkuat kesiapan tenaga kerja nasional dalam menghadapi dinamika industri serta meningkatkan peluang kerja dan kewirausahaan di berbagai sektor strategis.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0