Arus Balik Lebaran, Mahasiswa Berau Keluhkan Jalan Rusak Menuju Samarinda

Penulis : Mursyidah Auni | Editor : Dewi

Mar 30, 2026 - 15:05
Mar 30, 2026 - 15:23
 0  3
Arus Balik Lebaran, Mahasiswa Berau Keluhkan Jalan Rusak Menuju Samarinda
Jalan poros Berau-Samarinda yang tampak rusak dan berlubang. (Kompas.com/ist)

KARTANEWS.COM, BERAU — Arus balik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah mulai terlihat di jalur darat Kalimantan Timur, sejumlah mahasiswa asal Kabupaten Berau kembali menuju Samarinda untuk melanjutkan perkuliahan dengan menempuh perjalanan panjang hingga belasan jam.

Perjalanan darat dengan jarak ratusan kilometer tersebut umumnya memakan waktu sekitar 13 hingga 15 jam.

Durasi ini kerap bertambah akibat kondisi jalan yang belum sepenuhnya memadai di beberapa titik.

Sejumlah ruas jalan dilaporkan mengalami kerusakan, terutama di wilayah Bengalon, Kabupaten Kutai Timur hingga Kelay, Kabupaten Berau. Kondisi aspal yang pecah serta titik longsor menyebabkan arus lalu lintas harus diberlakukan sistem buka tutup.

Melansir dari kompas.com, Muhammad Alfarezi (22), salah satu mahasiswa, memilih menggunakan sepeda motor sebagai moda transportasi demi menekan biaya perjalanan. Ia mengaku harus berangkat sejak dini hari untuk menghindari kepadatan.

“Tadi berangkat subuh dari Berau, kalau lancar biasanya sekitar 13 jam, tapi kalau kondisi jalan ramai atau ada titik rusak, bisa sampai 15 jam baru sampai Samarinda,” ujarnya dikutip dari kompas.com, Senin (30/3/2026).

Menurutnya, kondisi jalan yang rusak menjadi tantangan terbesar selama perjalanan, terutama bagi pengendara roda dua yang dituntut ekstra waspada.

“Jalannya memang banyak yang rusak di beberapa bagian, aspal atau semennya sudah pecah, jadi harus hati-hati apalagi kalau pakai motor,” katanya.

Sementara itu, mahasiswa lain memilih menggunakan jasa travel meski tarif mengalami kenaikan saat arus balik. Adapun biaya perjalanan saat ini berkisar antara Rp350.000 hingga Rp400.000 per orang untuk sekali jalan, di luar biaya makan.

Nur Azzahra Safitri (21) mengaku memilih travel demi kenyamanan selama perjalanan panjang, meski ongkos yang dikeluarkan cukup besar.

“Kalau naik travel sekarang sekitar Rp350.000 sampai Rp400.000 sekali jalan, belum termasuk makan, lumayan berat juga sebenarnya,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan kondisi jalan yang berlubang kerap membuat perjalanan terasa tidak nyaman, kendaraan harus sering mengurangi kecepatan secara mendadak yang berdampak pada kondisi penumpang.

“Kadang mobil sudah laju lalu ada lubang, jadi harus melambat mendadak, itu yang bikin kadang mabuk di perjalanan,” ujarnya.

Mahasiswa berharap pemerintah segera melakukan perbaikan menyeluruh pada jalur tersebut, mengingat akses darat ini merupakan penghubung utama antarwilayah di Kalimantan Timur.

Perbaikan infrastruktur dinilai penting untuk mendukung mobilitas masyarakat, termasuk mahasiswa yang rutin melintasi jalur tersebut, sekaligus meningkatkan aspek keselamatan dan efisiensi perjalanan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0