Sungai Mentarang Meluap, Pemukiman di Tanjung Lapang Malinau Terendam Banjir

Penulis : Rein | Editor: Dewi

Feb 25, 2026 - 22:47
Feb 26, 2026 - 11:15
 0  4
Sungai Mentarang Meluap, Pemukiman di Tanjung Lapang Malinau Terendam Banjir
Banjir di Malinau Kaltara (Radar Tarakan)

KARTANEWS.COM, MALINAU - ​Wilayah RT 14 Desa Tanjung Lapang, Kecamatan Malinau Barat, diterjang banjir pada Rabu (25/2/2026) pagi sekitar pukul 07.00 WITA. Luapan air dilaporkan telah merendam jalan utama dengan ketinggian mencapai 70 sentimeter dan mulai masuk ke rumah-rumah warga. 

Menurut Ketua RT setempat, Berahim, debit air meningkat dengan sangat cepat dan hingga kini genangan masih bertahan tanpa ada tanda-tanda akan surut.

“Air mulai naik di aspal sekitar jam 7 pagi tadi. Sekarang sudah sekitar 70 sentimeter dan sudah ada rumah warga yang terendam,” ujarnya dikutip dari Radar Tarakan.

Luapan Sungai Mentarang akibat kiriman air dari wilayah hulu disebut menjadi penyebab utama banjir kali ini.

Berahim mengungkapkan kekhawatirannya jika Sungai Malinau turut meluap secara bersamaan. Menurutnya, pertemuan kenaikan debit dari kedua sungai besar tersebut berpotensi memicu banjir yang jauh lebih parah di wilayah mereka.

“Di Malinau ini ada dua jalur sungai besar, yaitu Sungai Malinau dan Sungai Mentarang. Informasi dari hulu, Sungai Mentarang sedang banjir. Kita berharap Sungai Malinau tidak ikut naik seperti tahun 2023 lalu,” ujarnya.

Sebagai upaya pencegahan, Berahim memutuskan untuk menutup sepenuhnya akses jalan yang terendam banjir di wilayahnya. Mengingat genangan air yang cukup dalam dan berisiko bagi keselamatan, jalur tersebut kini tidak dapat dilintasi oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Untuk jalan yang masuk ke RT kami ada dua jalur. Jalur yang terdampak banjir sudah saya tutup total karena sudah tidak bisa dilewati. Kami alihkan ke jalur atas yang berada di belakang,” jelasnya.

Prioritas penutupan jalan dilakukan pada jalur yang mengarah ke wilayah Limbumas. Kawasan ini diidentifikasi sebagai titik yang paling terdampak dan mengalami kondisi terparah setiap kali terjadi peningkatan debit air.

“Kalau sudah banjir, daerah Limbumas memang yang paling parah terdampak,” ucapnya.

Arus lalu lintas di Simpang Tiga Lapangan Borneo kini dialihkan melewati jalur Kantor Camat dan Christiani Center. Sementara itu, akses di jembatan besar terpaksa ditutup sepenuhnya akibat genangan air yang terlalu tinggi.

Warga diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama di titik-titik rawan berarus deras. Hingga saat ini, ketinggian air terpantau masih stabil dan masyarakat terus bersiaga memantau perkembangan debit sungai.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0