Mempekuat Geosite Berau Menjadi Daya Tarik Kelas Dunia

Apr 29, 2026
Mempekuat Geosite Berau Menjadi Daya Tarik Kelas Dunia

KARTANEWS.COM - Libur Lebaran 2026 menghadirkan fenomena menarik bagi sektor pariwisata Kabupaten Berau. Ribuan wisatawan memadati sejumlah destinasi unggulan, terutama di Kecamatan Biduk-Biduk yang dikenal memiliki panorama alam memukau. Kawasan ini menjadi tujuan favorit wisatawan karena memiliki beragam objek wisata andalan seperti Labuan Cermin, Pulau Kaniungan, Pantai Sangalaki, serta sejumlah lokasi menarik lainnya.

Lonjakan kunjungan wisatawan bahkan menyebabkan keterbatasan akomodasi. Banyak pengunjung kesulitan memperoleh penginapan karena kapasitas hotel dan homestay belum mampu menampung seluruh wisatawan. Kondisi ini wajar mengingat perjalanan menuju Biduk-Biduk memerlukan waktu sekitar lima jam melalui jalur darat dari Tanjung Redeb, sehingga sebagian besar wisatawan memilih bermalam di kawasan tersebut.

Fenomena ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata Berau memiliki potensi ekonomi yang sangat besar jika dikelola secara serius. Masyarakat setempat dapat memperoleh manfaat langsung melalui usaha penginapan, kuliner, transportasi, hingga penjualan produk lokal.

Di sisi lain, Kabupaten Berau saat ini tengah menyiapkan kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat menuju pengakuan yang lebih luas. Bersama Kabupaten Kutai Timur, kawasan ini sebelumnya telah memiliki puluhan warisan geologi yang ditetapkan oleh Kementerian ESDM RI. Dari jumlah tersebut, 26 warisan geologi berada di wilayah Berau, sementara sisanya tersebar di Kutai Timur.

Beberapa geosite di Berau bahkan telah dikenal luas sebagai destinasi wisata, seperti Labuan Cermin, Air Panas Pemapak, Danau Haji Buang, Segending, hingga Air Terjun Bidadari. Penetapan warisan geologi ini diharapkan menjadi branding baru bagi Berau sebagai daerah wisata berbasis alam dan ilmu pengetahuan.

Namun, salah satu tantangan utama dalam pengembangan geopark adalah kesiapan pengelolaan di lapangan. Banyak pengelola wisata telah memahami potensi destinasi yang mereka kelola, tetapi belum sepenuhnya menghubungkan objek wisata tersebut dengan nilai geologi yang dimilikinya.

Sebagai contoh, pengelola Labuan Cermin umumnya sudah mampu menjelaskan keindahan danau tersebut, tetapi belum banyak yang dapat menerangkan proses terbentuknya danau dua rasa itu—mengapa lapisan atas berupa air tawar, sementara bagian bawah mengandung air asin. Padahal, penjelasan ilmiah seperti ini menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan.

Karena itu, peningkatan literasi geopark menjadi pekerjaan rumah bersama. Pemerintah daerah dan pengelola wisata perlu menghadirkan papan informasi, pusat edukasi, penunjuk arah, hingga identitas visual yang menjelaskan sejarah geologi, proses terbentuknya kawasan, serta nilai konservasi yang dimiliki setiap lokasi. Dengan begitu, wisatawan tidak hanya datang untuk berfoto, tetapi juga memperoleh pengetahuan.

Selain aspek edukasi, geopark juga harus diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya melalui pengembangan homestay berbasis warga. Rumah-rumah penduduk yang layak dan bersih dapat disiapkan menjadi penginapan sederhana dengan standar pelayanan yang baik. Model ini telah diterapkan di Desa Merabu dan terbukti memberi manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat.

Jika konsep serupa diterapkan di Biduk-Biduk dan kawasan wisata lainnya, maka keterbatasan kamar hotel saat musim liburan dapat diatasi. Di saat yang sama, pendapatan warga pun meningkat.
Berau memiliki modal alam yang luar biasa. Kini yang dibutuhkan adalah pengelolaan yang profesional, edukatif, dan melibatkan masyarakat. Dengan langkah tersebut, geosite Berau bukan hanya menjadi tujuan wisata lokal, tetapi juga destinasi kelas dunia. 

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0