KR Space Kolaborasi dengan Van Java Coffee and Space, UMKM Samarinda Diberdayakan Lewat Diskoria Malam Batik Vol. 2
KARTANEWS.COM, SAMARINDA – KR Space berkolaborasi dengan Van Java Coffee and Space di Jalan Imam Bonjol, Samarinda, dalam penyelenggaraan Diskoria Malam Batik Vol. 2 yang menghadirkan Vastrafa Java Show, sebuah peragaan busana batik bernuansa Nusantara yang dipadukan dengan musik Indonesia, sekaligus menjadi ruang pemberdayaan UMKM dan kampanye budaya berkain bagi generasi muda Kalimantan Timur.
Founder KR Space, Radhika Darmawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan malam puncak Diskoria Malam Batik Vol. 2 yang mengusung konsep fashion show dengan balutan batik dan iringan musik dari DJ yang memainkan lagu-lagu Indonesia.
“Jadi, fashion show dibalut dengan Nusantara, semuanya pakai batik dan diiringi dengan DJ yang lagunya semuanya juga lagu-lagu dari Indonesia,” ujar Radika.
Menurutnya, kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi KR Space, Diskoria Malam Batik, Van Java Coffee and Space, serta sejumlah media partner dan pihak pendukung lainnya. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memberikan ruang bagi pelaku UMKM agar dapat terlibat dan berkembang melalui kegiatan kreatif.
Radhika menyebut sejumlah media partner yang turut mendukung kegiatan ini di antaranya Ragamsamarinda, Kartanews, Suara Fest, dan Sponsor Festival.
“Jadi, semua UMKM kita berdayakan,” tegasnya.
Kampanye Berkain Sejak 2022
Radhika menjelaskan, KR Space dibentuk pada 2022 dengan tujuan mengampanyekan budaya berkain serta mendorong masyarakat agar bangga mengenakan batik dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
Ia menilai, batik tidak seharusnya hanya dikenakan pada acara formal atau kegiatan tertentu, melainkan dapat menjadi bagian dari gaya hidup anak muda, termasuk ketika nongkrong dan menikmati kopi.
“Batik ini kita harus bangga untuk memakainya ke mana pun dan di mana pun. Saya pengennya teman-teman semua nongkrong itu pakai batik biar lebih keren,” ungkapnya.
Radhika juga menyoroti kebiasaan masyarakat di Pulau Jawa yang dinilai memiliki kebanggaan tersendiri dalam mengenakan kain tradisional di berbagai kesempatan. Semangat tersebut ingin ia tanamkan kepada generasi muda Kalimantan Timur agar semakin mencintai dan mengapresiasi budaya lokal maupun nasional.
Melawan dengan Cara Kreatif
Di sisi lain, kegiatan tersebut juga membawa pesan mengenai kreativitas dan kesadaran sosial generasi muda. Radika menegaskan, perlawanan terhadap berbagai bentuk penindasan tidak harus diwujudkan melalui tindakan anarkis atau kekerasan, tetapi dapat disampaikan melalui kreativitas dan ekspresi seni.
Ia menjelaskan, simbol tiga jari yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut merupakan representasi kesadaran bahwa masyarakat sedang mengalami penindasan.
“Kami ingin menyampaikan bahwasanya melawan itu tidak harus dengan cara anarkis, tidak harus dengan cara kasar, tapi melawan juga harus dengan cara yang kreatif,” jelasnya.
Radhika turut mengajak generasi muda untuk semakin melek politik, mengingat berbagai aspek kehidupan sehari-hari, termasuk aktivitas ekonomi dan konsumsi, memiliki keterkaitan dengan kebijakan politik.
“Teman-teman, kita beli kopi itu tergantung dengan politik kita sekarang. Jadi semuanya harus melek politik,” tuturnya.
Ia menilai, ruang-ruang kreatif yang sebelumnya banyak berkembang perlu terus dihidupkan sebagai bentuk ekspresi sekaligus respons terhadap situasi yang dirasakan generasi muda saat ini.
Melalui Diskoria Malam Batik Vol. 2, Radhika mengajak anak muda untuk tetap bergerak, melahirkan ide, dan menyuarakan aspirasi melalui cara yang kreatif, inovatif, serta representatif.
“Jangan takut untuk bergerak, harus berani mengeluarkan ide. Karena kalau kita baru mulai besok, artinya kita kalah hari ini,” pungkasnya. (IRLA/ERNI)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0