Komunitas Puan Lestari Dorong Perempuan Jadi Agen Perubahan Lingkungan Lewat Eco-Chic Day
KARTANEWS.COM, SAMARINDA – Komunitas Puan Lestari terus memperkuat perannya sebagai wadah pemberdayaan perempuan yang aktif mendorong berbagai gerakan sosial dan lingkungan di Kota Samarinda. Berangkat dari kepedulian terhadap meningkatnya berbagai persoalan lingkungan yang terjadi di tengah masyarakat, komunitas yang beranggotakan perempuan dari berbagai latar belakang profesi ini berkomitmen menghadirkan ruang edukasi, kolaborasi, dan aksi nyata yang dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan maupun kehidupan sosial masyarakat. Salah satu fokus utama yang saat ini menjadi perhatian Komunitas Puan Lestari adalah mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup berkelanjutan, khususnya melalui perubahan pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab.
Sejak berdiri, Puan Lestari aktif menginisiasi berbagai kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan kapasitas perempuan, tetapi juga mengajak anggotanya untuk turut berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Melalui pendekatan yang inklusif dan partisipatif, komunitas ini berupaya membangun kesadaran bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan sosial, termasuk dalam menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks. Kesadaran tersebut lahir dari keyakinan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengurangi sampah, mendukung produk lokal, hingga memilih pola konsumsi yang lebih ramah lingkungan.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Komunitas Puan Lestari telah menggelar kegiatan bertajuk Eco-Chic Day selama dua hari, pada Kamis hingga Jumat, 12–13 Februari 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Redefining Fashion with a Splash of Sustainability” ini menjadi salah satu program unggulan komunitas dalam mengajak masyarakat, khususnya perempuan, untuk memahami hubungan antara dunia fashion dan keberlanjutan lingkungan. Melalui kegiatan tersebut, Puan Lestari ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui berbagai cara, termasuk dari pilihan berpakaian dan gaya hidup yang dijalani sehari-hari.
Founder Puan Lestari, Hanna Pertiwi, menjelaskan bahwa Eco-Chic Day dirancang bukan sekadar menjadi ajang berbagi informasi mengenai tren fashion berkelanjutan. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai pihak untuk bersama-sama membangun kesadaran mengenai pentingnya menjaga lingkungan melalui perubahan perilaku konsumsi. Menurutnya, industri fesyen saat ini menjadi salah satu sektor yang memberikan dampak cukup besar terhadap lingkungan, mulai dari penggunaan sumber daya alam yang masif hingga meningkatnya jumlah limbah tekstil yang sulit terurai.
Hanna mengatakan bahwa masih banyak masyarakat yang belum menyadari dampak lingkungan dari kebiasaan membeli pakaian secara berlebihan. Fenomena fast fashion yang menawarkan produk murah dari berbagai platform e-commerce dan mengikuti tren secara cepat dinilai telah mendorong budaya konsumtif yang pada akhirnya menghasilkan tumpukan limbah tekstil dalam jumlah besar. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada pencemaran lingkungan, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan emisi karbon dan eksploitasi sumber daya alam. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi yang lebih luas agar masyarakat dapat memahami pentingnya memilih produk yang lebih berkelanjutan dan menggunakan pakaian secara lebih bijak.
“Melalui Eco-Chic Day, kami ingin menunjukkan bahwa tampil modis tidak harus mengorbankan lingkungan. Perempuan memiliki peran besar dalam mendorong perubahan gaya hidup yang lebih berkelanjutan, dimulai dari pilihan-pilihan sederhana dalam keseharian,” ujar Hanna.
Dalam pelaksanaannya, Eco-Chic Day akan menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan interaktif yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta. Salah satu agenda utama adalah sesi diskusi mengenai dampak industri fast fashion terhadap lingkungan. Peserta akan diajak memahami berbagai persoalan yang muncul akibat tingginya produksi dan konsumsi pakaian, mulai dari meningkatnya limbah tekstil, perubahan iklim, hingga tingginya penggunaan air dan energi dalam proses produksi. Melalui sesi tersebut, diharapkan peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga terdorong untuk mengubah kebiasaan konsumsi menjadi lebih bertanggung jawab.
Selain kegiatan edukasi, Eco-Chic Day juga akan menghadirkan program pertukaran dan penjualan pakaian preloved yang bertujuan memperpanjang usia pakai pakaian. Program ini menjadi salah satu bentuk kampanye nyata untuk mengurangi limbah tekstil sekaligus mendorong masyarakat agar lebih bijak dalam membeli pakaian baru. Tak hanya itu, peserta juga dapat mengikuti workshop ecoprinting yang mengenalkan teknik pewarnaan kain menggunakan bahan-bahan alami. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak melihat bahwa kreativitas dalam dunia fesyen dapat berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan.
Kegiatan semakin semarak dengan hadirnya pop-up market yang menampilkan berbagai produk lokal ramah lingkungan hasil karya pelaku usaha kreatif. Kehadiran para pelaku usaha tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap produk-produk yang diproduksi secara berkelanjutan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis lingkungan. Bagi Komunitas Puan Lestari, keberlanjutan tidak hanya berbicara mengenai pelestarian alam, tetapi juga tentang bagaimana menciptakan peluang ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, Eco-Chic Day juga membuka program donasi pakaian layak pakai. Hasil penjualan pakaian preloved yang terkumpul didonasikan ke Rumah Singgah Kanker Kota Samarinda. Langkah ini menjadi bagian dari upaya komunitas untuk memperpanjang manfaat pakaian sekaligus membantu kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan. Melalui kegiatan tersebut, Puan Lestari ingin menunjukkan bahwa satu pakaian yang tidak lagi digunakan oleh seseorang masih dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
Ketua Puan Lestari menegaskan bahwa Eco-Chic Day merupakan bagian dari gerakan yang lebih besar untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya keberlanjutan. Menurutnya, tanggung jawab menjaga lingkungan tidak hanya berada di tangan pemerintah maupun pelaku industri, tetapi juga masyarakat sebagai konsumen. Dengan memperpanjang usia pakaian, mendukung produk lokal yang berkelanjutan, serta mengurangi perilaku konsumtif terhadap fast fashion, setiap individu dapat berkontribusi dalam mengurangi dampak lingkungan.
Melalui penyelenggaraan Eco-Chic Day, Komunitas Puan Lestari berharap semakin banyak perempuan yang terinspirasi untuk menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya. Fashion tidak lagi dipandang semata-mata sebagai bagian dari tren atau gaya hidup, melainkan juga sebagai sarana untuk menyebarkan nilai kepedulian terhadap lingkungan. Dengan semangat kolaborasi dan keberlanjutan, Puan Lestari menargetkan lahirnya komunitas masyarakat yang semakin sadar bahwa setiap pilihan berpakaian memiliki dampak terhadap masa depan bumi dan generasi yang akan datang. (Irla/KN)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0